Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Sepak Bola "Senang-senang" PSG Beri Luka untuk Pasukan Arteta...

Kompas.com, 31 Mei 2026, 07:20 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - PSG bersenang-senang di atas lapangan dan menjadi juara Liga Champions 2025-2026. Ketika Les Parisiens dilanda sukacita, perih dirasakan Arsenal asuhan Arteta.

Legenda Arsenal, Thierry Henry, memberikan penghormatan kepada pelatih PSG, Luis Enrique, setelah final Liga Champions 2025-2026 tuntas digelar.

"Saya harus mengatakan apa yang telah Anda lakukan untuk sepak bola Perancis sungguh mengagumkan," tutur Thierry Henry yang bekerja sebagai pengamat untuk CBS Sports.

"Mungkin sejak 1990-an, kita tak melihat sebuah tim yang bermain seperti itu di kompetisi Eropa, dengan kepercayaan diri yang begitu besar," ujar Henry yang semasa bermain pernah mengantar Arsenal ke final Liga Champions 2006.

Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3): Les Parisiens Pertahankan Gelar UCL!

Henry harus melihat eks timnya kembali gagal menjadi juara. Arsenal kalah 3-4 dari PSG dalam babak adu penalti di final Liga Champions 2025-2026.

Final Liga Champions 2025-2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) berujung imbang sama kuat 1-1 selama 90 menit.

Arsenal unggul cepat berkat tembakan kencang Kai Havertz (6'). PSG lalu membalas di babak kedua via sepakan Ousmane Dembele (65') dari titik putih.

Setelah itu, kedua tim gagal menambah perbendaharaan gol. Papan skor tetap menunjuk angka 1-1 setelah PSG dan Arsenal melalui dua kali babak perpanjangan waktu.

Adu penalti pun mesti digelar untuk menentukan pemenang. Sebanyak empat dari lima eksekutor PSG sukses menunaikan tugas.

Baca juga: Akhir Pilu Arsenal di Liga Champions: Tak Terkalahkan tapi Gagal Juara

Satu-satunya penendang PSG yang gagal adalah Nuno Mendes. Di sisi lain, Arsenal hanya menyarangkan tiga gol di adu penalti lantaran eksekusi Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes tak menemui gawang.

Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kemenangan usai babak adu penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026.AFP/INA FASSBENDER Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kemenangan usai babak adu penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026.

Resep Sederhana PSG Juara

PSG pun dipastikan sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions. Tim beralias Les Parisiens jadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu juara beruntun, sejak era Liga Champions diperkenalkan pada 1992.

"Sederhana, Anda hanya harus bersenang-senang di lapangan," ucap Luis Enrique menjawab pertanyaan Thierry Henry.

"Anda hanya harus memilih pemain dengan banyak kualitas teknik dan mencoba bermain dengan gaya yang kami pikir  lebih baik."

"Hal yang terpenting bagi saya ketika kami mendengarkan suporter kami, bahkan pendukung tim lain bahwa mereka menikmati menonton tim kami bermain sepak bola," ujar Luis Enrique.

Arsenal Tak Banyak Kuasai Bola

Permainan dominan memang ditampilkan PSG di final Liga Champions 2025-2026. Persentase penguasaan bola mereka mencapai 72 persen, berbanding hanya 28 persen milik Arsenal.

Halaman:


Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau