Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gagal Juara Liga Champions, Arsenal Ketularan "Virus" Atletico Madrid

Kompas.com, 31 Mei 2026, 05:22 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kegagalan Arsenal menjuarai Liga Champions 2025-2026 usai ditekuk PSG lewat drama adu penalti 3-4 menciptakan satu rekor buruk. 

Final Liga Champions 2025-2026 antara PSG vs Arsenal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Arsenal bermain imbang 1-1 melawan PSG di waktu normal, namun harus menelan kekalahan 3-4 ketika berlanjut ke adu penalti.

Satu rekor mengecewakan terukir. Inilah kali kedua Arsenal gagal memaksimalkan kesempatan emas untuk menjadi juara baru Liga Champions.

Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3): Les Parisiens Pertahankan Gelar UCL!

The Gunners mengulang memori pahit 20 tahun silam sewaktu ditumbangkan Barcelona 1-2 di final Liga Champions 2006.

Sejak Liga Champions menerapkan format baru pada 1992-1993, terdapat tiga klub yang gagal meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam dua kali kesempatan.

Pertama yaitu Valencia. Mereka dua tahun berturut-turut mengalami kegagalan di final Liga Champions pada 2000 dan 2001.

Edisi 2000 dihentikan Real Madrid dengan skor telak 0-3, sedangkan di 2001 kalah adu penalti 4-5 dari Bayern Muenchen.

Baca juga: PSG Atasi Arsenal di Final Liga Champions, Samakan Kehebatan Real Madrid

Klub berikutnya yang bernasib apes gagal merengkuh gelar perdana hingga dua kali tidak lain adalah Atletico Madrid.

Nasib Apes Atletico Madrid

Kekalahan Atletico Madrid terasa lebih menyakitkan lantaran dibukukan oleh rival sekota Real Madrid pada edisi 2014 dan 2016.

Kondisi Atletico bahkan sudah nyaris juara di 2014, tapi keunggulan 1-0 buyar di menit akhir akibat gol sundulan Sergio Ramos.

Berlanjut ke babak ekstra, Atletico mulai kehabisan bensin dan kebobolan tiga gol hingga akhirnya keok 1-4.

Baca juga: Hasil Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Fantastis Geprek Ganda China

Di 2016, Atletico lagi-lagi dibungkam Real Madrid. Kali ini via adu penalti 3-5 setelah bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal hingga perpanjangan.

Situasi pelik yang menimpa Valencia dan Atletico kini dialami Arsenal musim ini. Mereka terpaksa mengubur mimpi juara Liga Champions.

Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kemenangan usai babak adu penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026.AFP/INA FASSBENDER Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kemenangan usai babak adu penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026.

Arsenal batal mengikuti jejak sukses klub Inggris lainnya, Chelsea dan Manchester City. Kecenderungan juara baru Liga Champions adalah kalah dulu dalam final pertama. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau