GAZA (Arrahmah.id) - Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak-anak, dilaporkan gugur dalam serangkaian serangan udara 'Israel' yang menargetkan wilayah utara dan selatan Jalur Gaza sejak Selasa siang. Selain korban jiwa, sedikitnya 19 warga lainnya mengalami luka-luka.
Menurut sumber medis dan saksi mata, serangan paling mematikan terjadi di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, Gaza selatan. Sebuah serangan pesawat nirawak (drone) 'Israel' di wilayah tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 17 lainnya.
Di wilayah utara Gaza, serangan serupa oleh drone 'Israel' juga dilaporkan terjadi di sekitar bundaran Abu Sharkh, daerah Al-Faluja di barat kamp pengungsi Jabalia, serta di lingkungan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza. Serangan tersebut menargetkan atap rumah warga dan menyebabkan dua orang mengalami luka serius. Saksi mata menegaskan bahwa serangan-serangan ini terjadi di wilayah yang seharusnya berada di luar jangkauan kendali militer 'Israel' sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata.
Selain itu, tim medis berhasil mengevakuasi satu jenazah dari reruntuhan di sekitar bundaran Kuwait, lingkungan Al-Zaitun, tenggara Kota Gaza, yang merupakan korban dari serangan sebelumnya. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak Oktober 2025, pelanggaran gencatan senjata oleh 'Israel' telah mengakibatkan 1.053 warga Palestina tewas dan 3.406 lainnya terluka.
Di tengah eskalasi militer, kelompok Hamas pada Selasa (30/6/2026) menyatakan harapannya agar kedatangan kendaraan dan peralatan logistik milik pasukan stabilitas internasional, yang merupakan bagian dari rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trum, dapat segera menjalankan fungsinya.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa kehadiran pasukan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memisahkan pasukan 'Israel' dari warga sipil Palestina serta menghentikan pelanggaran gencatan senjata. Hamas mendesak Board of Peace untuk segera mengimplementasikan poin-poin kesepakatan secara konkret, yang meliputi pemberlakuan Komite Nasional untuk administrasi Gaza, penyaluran bantuan kemanusiaan, penarikan penuh pasukan pendudukan, dan dimulainya proses rekonstruksi wilayah yang hancur. (zarahamala/arrahmah.id)
