GAZA (Arrahmah.id) - Jurnalis sekaligus imam Palestina, Mohammed Abdul Aziz al-Najjar (38) gugur dalam serangan drone 'Israel' ketika sedang memproduksi materi liputan tentang program hafalan Al-Qur’an di selatan Jalur Gaza, Rabu (30/9/2026).
Al-Najjar merupakan produser dan presenter program keagamaan di Radio Al-Qur’an, yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza. Direktur Media kementerian tersebut, Ikrami al-Mudallal, mengatakan kepada Anadolu bahwa al-Najjar menjadi sasaran serangan ketika sedang menjalankan tugas untuk membuat materi mengenai hafalan Al-Qur’an.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser mengatakan jenazah al-Najjar dan seorang warga Palestina lainnya yang mengalami luka sedang dibawa ke rumah sakit setelah serangan drone di kawasan Al-Mawasi, Al-Qarara, barat laut Khan Yunis.
Selain bekerja sebagai jurnalis radio, al-Najjar juga merupakan imam Masjid Ibad al-Rahman di Khuza'a, sebelah timur Khan Yunis. Menurut al-Mudallal, wilayah tersebut saat ini berada di bawah kendali militer 'Israel'.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza menyampaikan duka atas kematian al-Najjar dan menyebutnya sebagai sosok yang menjalankan tugas keagamaan dan medianya dengan penuh dedikasi.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan kematian al-Najjar membuat jumlah jurnalis Palestina yang tewas sejak dimulainya perang 'Israel' di Gaza mencapai 263 orang. Kantor tersebut mengecam apa yang disebutnya sebagai penargetan sistematis terhadap jurnalis Palestina dan menyerukan organisasi pers internasional untuk mengecam serangan terhadap pekerja media.
Al-Najjar merupakan salah satu dari sedikitnya tujuh warga Palestina yang gugur dalam serangkaian serangan 'Israel' di Gaza pada Rabu.
Lima warga Palestina tewas ketika serangan 'Israel' menghantam kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang di kawasan Tal al-Hawa, selatan Kota Gaza. Sejumlah laporan menyebut 13 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Seorang perempuan Palestina bernama Iman Abdul Aal juga gugur dalam serangan udara 'Israel' yang menghantam sebuah rumah di Jalan Al-Wahda, Kota Gaza. Suaminya dilaporkan mengalami luka kritis.
Di Gaza tengah, pasukan 'Israel' menembaki kawasan Abu al-Ajeen, tenggara Deir al-Balah, dan melukai tiga warga Palestina. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Penembakan 'Israel' juga melukai seorang warga Palestina di timur laut kamp pengungsi Bureij. Di kawasan Al-Syujaiya, timur Kota Gaza, drone quadcopter 'Israel' menjatuhkan bom di dekat sebuah persimpangan, sementara serangan udara menghancurkan sebuah rumah di Jalan Baghdad.
Serangan lain merusak tempat pengungsian warga Palestina di sekitar kawasan tersebut dan melukai tiga orang, termasuk seorang perempuan.
Serangkaian serangan tersebut berlangsung meski perjanjian gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pelanggaran 'Israel' terhadap gencatan senjata telah menewaskan 1.431 warga Palestina dan melukai 5.026 lainnya. Angka tersebut juga dikonfirmasi dalam laporan Anadolu pada Rabu.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina gugur dan lebih dari 175.000 lainnya terluka di Gaza, menurut data otoritas kesehatan Palestina. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran. (zarahamala/arrahmah.id)
