KABUL (Arrahmah.id) - Pemerintah Pakistan mengklaim menewaskan 22 orang yang disebutnya sebagai “teroris” dalam serangan udara terhadap sejumlah lokasi di Afghanistan. Islamabad juga mengatakan serangan tersebut menghancurkan sejumlah besar senjata dan amunisi.
Namun, pemerintah Afghanistan melaporkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Pakistan di Provinsi Kunar dan Helmand. Klaim korban dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.
Kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan Helmand, Mawlawi Sher Mohammad Wahdat, mengatakan kepada Reuters bahwa serangan Pakistan menghantam dua rumah di Distrik Garmsir pada Kamis (1/10/2026).
Menurut data awal, empat orang tewas dan enam lainnya terluka. Ia mengatakan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, Pakistan menyatakan serangannya menyasar lokasi persembunyian kelompok militan. Islamabad sebelumnya juga mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi yang digunakan untuk menyimpan dan meluncurkan drone ke wilayah Pakistan, dan menyebut operasi tersebut sebagai tindakan membela diri.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak akhir Februari setelah serangkaian bentrokan dan serangan lintas perbatasan. Pakistan menuduh pemerintah Taliban di Kabul memberikan tempat berlindung kepada Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok yang dituduh melakukan serangan di wilayah Pakistan.
Kabul membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Afghanistan juga menuduh Pakistan melakukan serangan terhadap wilayahnya dan melanggar kedaulatan Afghanistan.
Kedua negara sebelumnya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Maret melalui mediasi Cina. Namun, kesepakatan tersebut belum menyelesaikan perselisihan terkait kelompok bersenjata dan keamanan di sepanjang perbatasan.
Reuters melaporkan hubungan kedua negara kembali memburuk setelah periode relatif tenang selama sekitar tiga bulan. Pakistan kemudian melancarkan sejumlah serangan udara ke wilayah Afghanistan, sementara Kabul membantah tuduhan bahwa wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan. (zarahamala/arrahmah.id)
