Memuat...

Iran Tegaskan Kunjungan ke Doha Bukan untuk Negosiasi dengan AS

Zarah Amala
Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharam 1448 10:15
Iran Tegaskan Kunjungan ke Doha Bukan untuk Negosiasi dengan AS
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. (Foto: IRNA)

DOHA (Arrahmah.id) - Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi membantah rencana pertemuan atau negosiasi dengan pihak Amerika Serikat di Doha, Qatar, dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas klaim pejabat AS yang menyebutkan bahwa diskusi teknis antara kedua negara akan berlangsung pekan ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan pada Senin (29/6/2026) bahwa delegasi ahli Iran akan melakukan perjalanan ke Qatar hanya untuk menindaklanjuti implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya, khususnya terkait pembebasan aset Iran yang dibekukan.

"Kami tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi di tingkat apa pun dengan pihak Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang," tegas Baghaei. Ia menambahkan bahwa kunjungan delegasi AS, yang dilaporkan melibatkan utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, sama sekali tidak berkaitan dengan misi delegasi Iran.

Teheran menekankan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan pemenuhan komitmen dalam MoU tersebut sebelum melangkah ke diskusi mengenai kesepakatan permanen. Berdasarkan Pasal 13 MoU, negosiasi mengenai kesepakatan final baru dapat dimulai setelah Pasal 1, 4, 10, dan 11 diimplementasikan sepenuhnya. Saat ini, Iran tengah memantau pelaksanaan otorisasi penjualan minyak (Pasal 10) dan aktif mengejar pembebasan aset yang dibekukan (Pasal 11).

Pernyataan Iran ini menciptakan perbedaan narasi yang tajam dengan pihak Washington. Presiden Donald Trump dan pejabat Gedung Putih sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa tim teknis AS akan melakukan diskusi di Doha terkait pelaksanaan MoU.

Di dalam negeri, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa setiap langkah negosiasi dengan Washington dilakukan dalam koordinasi penuh dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Pezeshkian menekankan bahwa posisi Iran tetap teguh dan tidak akan mundur dari hak-hak serta kepentingan nasionalnya.

Di luar isu aset, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa para ahli Iran dan Oman akan memulai diskusi mengenai rute navigasi baru di Selat Hormuz. Iran terus menekankan kewenangannya dalam mengawasi pengaturan maritim pascaperang, termasuk mengharuskan kapal-kapal yang melintas untuk menggunakan rute yang telah ditentukan oleh Teheran guna memastikan kepatuhan terhadap protokol keamanan yang mereka tetapkan. (zarahamala/arrahmah.id)