Memuat...

Iran Bongkar Komunikasi Rahasia dengan AS: Bukan Negosiasi, Hanya Saling Kirim Pesan

Samir Musa
Rabu, 1 April 2026 / 13 Syawal 1447 02:49
Iran Bongkar Komunikasi Rahasia dengan AS: Bukan Negosiasi, Hanya Saling Kirim Pesan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Al Jazeera)

TEHRAN (Arrahmah.id)  — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa komunikasi yang saat ini berlangsung dengan Amerika Serikat tidak dapat dikategorikan sebagai negosiasi resmi, melainkan hanya sebatas pertukaran pesan melalui berbagai saluran.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera (31/3/2026), Araghchi menyatakan bahwa dirinya menerima pesan langsung dari utusan Amerika, Steve Witkoff, sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti Iran telah memasuki proses perundingan resmi dengan Washington.

“Apa yang terjadi hanyalah pertukaran pesan, baik secara langsung maupun melalui pihak-pihak sahabat di kawasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pesan-pesan dari pihak Amerika disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri, serta adanya komunikasi di level aparat keamanan. Semua proses tersebut, lanjutnya, berada dalam kerangka pemerintahan resmi dan di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Iran.

Araghchi juga membantah adanya jalur negosiasi khusus dengan pihak tertentu di dalam Iran, seraya menegaskan bahwa seluruh komunikasi berlangsung melalui mekanisme negara.

Tidak Ada Respons atas Proposal AS

Menanggapi kabar yang beredar terkait respons Iran terhadap proposal Amerika, Araghchi menegaskan bahwa Teheran belum mengirimkan jawaban apa pun.

“Kami tidak mengirimkan respons terhadap 15 proposal Amerika, dan belum pula mengajukan syarat atau usulan dari pihak kami,” tegasnya.

Utusan Presiden Amerika Serikat Steve Witkoff (kanan) dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Reuters)

Syarat Iran untuk Menghentikan Perang

Terkait kemungkinan penghentian konflik, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima sekadar gencatan senjata, melainkan menginginkan penghentian total perang, tidak hanya di Iran tetapi di seluruh kawasan.

Ia menyebutkan bahwa syarat utama Iran meliputi jaminan tidak terulangnya agresi, serta pemberian kompensasi atas kerugian yang dialami.

Selain itu, ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak dapat diancam, dan menuntut agar Presiden Amerika Serikat berbicara dengan penuh penghormatan kepada negaranya.

Posisi Selat Hormuz

Dalam isu keamanan maritim, Araghchi memastikan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka sepenuhnya.

Namun, ia memberikan peringatan bahwa jalur tersebut hanya akan ditutup bagi pihak-pihak yang memusuhi Iran. Ia juga menegaskan bahwa negaranya telah mengambil langkah-langkah untuk menjamin keamanan kapal-kapal dari negara sahabat yang melintasi wilayah tersebut.

“Selat tetap aman bagi pihak yang tidak memerangi Iran,” ujarnya.

(Samirmusa/arrahmah.id)