Salin Artikel

Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana

Salah satu cara yang dilakukan para mahasiswa tersebut adalah tampil dan mengamen di sejumlah titik di Kota Yogyakarta, mulai dari kawasan Prawirotaman, Mangkubumi, Kuliner UGM, hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.

Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), sebanyak 34 personel PSM UAJY tampil di Peron 3 Stasiun Tugu Yogyakarta.

Tepat pukul 10.00 WIB, mereka membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mendapat perhatian para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan kereta.

Sejumlah penumpang tampak berdiri saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Tak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.

Usai menyanyikan Indonesia Raya, para anggota paduan suara melanjutkan penampilan dengan membawakan sejumlah lagu lainnya.

Meski harus bersaing dengan suara kereta yang melintas dan pengumuman keberangkatan kereta, penampilan mereka tetap berlangsung lancar.

“Tentunya perasaannya senang, karena kebetulan juga memperingati Hari Pancasila juga hari ini. Dan puji Tuhan bisa berkesempatan buat tampil,” ujar salah satu anggota PSM UAJY, Anggriyani Meta.

Mengamen untuk menggalang dana perlombaan

Meta mengungkapkan, kegiatan mengamen untuk menggalang dana bukan kali pertama dilakukan oleh PSM UAJY.

Aktivitas serupa kerap dilakukan ketika mereka mempersiapkan diri mengikuti kompetisi maupun menggelar konser.

“Kalau ngamen biasanya di Prawirotaman, di daerah Mangkubumi, sama di Kuliner UGM. Juga di daerah Mrican juga kami pasti sering ke sana juga. Itu rute yang biasa kami jalanin,” ucapnya.

“Kalau misalnya saat ini, kami itu ngamen dalam rangka persiapan buat lomba. Jadi kami menggalang dana untuk lomba kami. Selain itu, kami biasa ngamen juga buat galang dana buat konser sih, gitu," imbuhnya.

Dalam kegiatan penggalangan dana di Stasiun Tugu Yogyakarta, salah satu anggota PSM UAJY berkeliling membawa kotak donasi.

Selain itu, mereka juga menyediakan kode QRIS bagi masyarakat yang ingin memberikan apresiasi atau dukungan.

Saat ditanya mengenai kebutuhan biaya untuk mengikuti kompetisi di Korea Selatan, Meta menyebut jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

“Iya, untuk semua anggota. Iya, kurang lebih Rp 400-500 juta,” imbuhnya.

Persiapan lagu untuk lomba di Busan

Anggota PSM UAJY lainnya, Agnes, mengatakan kelompoknya akan mengikuti ajang paduan suara internasional di Busan pada Oktober mendatang.

“Kebetulan kami akan lomba di Busan, Korea Selatan pada bulan Oktober nanti,” ucap dia.

“Kompetisinya Busan International, kalau tidak salah, Choral Festival. Choral Festival,” lanjut Agnes.

Menurut Agnes, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan materi lagu Indonesia Raya dan sejumlah lagu daerah maupun lagu populer yang akan dibawakan saat penggalangan dana.

“Kami juga bakal ada sesi ngamen juga ya untuk penggalangan dana kami untuk lomba. Jadi, setelah ini kami tetap akan tampil lagi. Jadi sebelum itu, kami udah berlatih semua lagu ngamen, semua lagu yang akan kami tampilin di sini,” jelas dia.

Kolaborasi dengan KAI

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penampilan paduan suara di Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi yang pertama kali digelar di lingkungan Daop 6 Yogyakarta.

“Untuk pertama kalinya di Daop 6 Yogyakarta, kami menghadirkan paduan suara secara langsung dalam momen menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Bersama paduan suara, kami mengajak para pelanggan untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara khidmat,” kata Feni.

Ia menambahkan, KAI Daop 6 Yogyakarta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas, baik di bidang seni, budaya, maupun edukasi.

“Kolaborasi ini juga sebagai upaya dan dukungan KAI Daop 6 Yogyakarta untuk membuka ruang kolaborasi dengan bidang akademisi dan para komunitas khususnya di bidang seni, budaya, dan edukasi. Stasiun hadir tidak hanya sebagai tempat naik dan turun pelanggan, tapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas seni, budaya, dan edukasi,” ujar Feni.

Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berkesan bagi para pelanggan yang tengah menikmati libur panjang akhir pekan atau long weekend di Kota Yogyakarta.

https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/06/01/164832778/kejar-mimpi-ke-korea-selatan-paduan-suara-atma-jaya-yogyakarta-ngamen

Terkini Lainnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com