Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBPI Angkat Ari Moya Jadi Pelatih Timnas Padel Indonesia, Tatap 3 Ajang Besar

Kompas.com, 27 Mei 2026, 07:19 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) memperkenalkan Ari Moya sebagai pelatih kepala tim nasional serta Denise Hoefer yang bakal menjabat posisi Technical Advisor.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui sebuah sesi konferensi pers PBPI di Yogyakarta, pada Minggu (24/5/2026)

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita yang  didampingi oleh sang Wakil Ketua Umum Mochtar Sarman.

Hadir pula Direktur Teknik/Pembinaan Women & Youth Rafiati serta Ketua PBPI DIY Marrel Suryokusumo.

Baca juga: Jawaban Marc Klok Investasi di Padel Bersama Beckham dan Thom Haye

PBPI berkomitmen meningkatkan prestasi padel Indonesia di tingkat internasional. Sebagai informasi, atlet-atlet padel Indonesia akan bersiap untuk menyongsong sejumlah ajang besar.

Beberapa turnamen internasional yang ada di depan mata salah satunya adalah Asian Games di Jepang.

Ada pula World Cup Qualifier, yang tempatnya belum ditentukan, serta FIP Junior Asia Cup Padel yang bakal diselenggarakan di Indonesia.

PBPI ingin memastikan atlet Indonesia melangkah menuju ajang-ajang penting tersebut dengan persiapan terbaik.

Misi Jadikan Indonesia Kekuatan Padel Asia

Selain itu, PBPI juga berupaya terus untuk meningkatkan kualitas pembinaan padel di Indonesia.

Baca juga: Catatan Positif Pasangan Indonesia di Turnamen Padel Internasional FIP

Atas tujuan itu PBPI pun secara resmi memperkenalkan Ari Moya sebagai pelatih kepala tim nasional dan Denise Hoefer sebagai Technical Advisor.

Pengalaman keduanya yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri dan pembinaan padel internasional diharapkan mampu mengangkat kualitas padel Indonesia.

“Kami sangat senang berada di sini. Terima kasih kepada federasi, kepada Galih dan Mochtar, atas kepercayaannya, dan kepada Marrel atas turnamen yang luar biasa ini," ujar Denise Hoefer, dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.com.

"Kami di sini untuk membawa pengetahuan, semangat, dan hati kami ke dalam olahraga ini, untuk menjadikan negara Anda sebagai kekuatan padel di Asia."

"Kami di sini bukan hanya untuk tim nasional, tetapi juga untuk pemain lokal, pengembangan di tingkat akar rumput, dan generasi muda. Mari kita ciptakan sesuatu yang luar biasa di sini bersama-sama,” tutur Hoefer menambahkan.

Ketua Umum PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia), Galih Dimuntur Kartasasmita, berbicara dalam konferensi pers di Yogyakarta, Minggu 24 Mei 2026.Dok. PBPI Ketua Umum PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia), Galih Dimuntur Kartasasmita, berbicara dalam konferensi pers di Yogyakarta, Minggu 24 Mei 2026.

Padel Mulai Berkembang di Indonesia pada 2021

Olahraga padel di Indonesia masih tergolong baru dan baru berkembang sekitar tahun 2021.

Halaman:


Terkini Lainnya
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau