Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi investasi Jawa Tengah pada Triwulan I-2026 yang menyentuh Rp 23,02 triliun menegaskan pergeseran peta manufaktur nasional ke koridor pantai utara.
Dengan pertumbuhan sebesar 5,35 persen secara year-on-year, wilayah ini konsisten mempertahankan tren kenaikan sejak 2021.
Kabupaten Kendal menopang performa tersebut lewat sumbangan investasi senilai Rp 3,61 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, mengulangi capaiannya sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah pada 2024.
Baca juga: Profil KEK Kura Kura Bali yang Disegel Karena Babat Mangrove
Jangkar utama pertumbuhan tersebut berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Proyek perluasan kawasan yang sedang berjalan saat ini menandai fase baru dari kemitraan strategis antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd asal Singapura.
Langkah ekspansi ini bertujuan menambah kapasitas tampung industri sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok yang mulai padat.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura dalam beberapa tahun terakhir bertumpu pada efisiensi pengelolaan kawasan terintegrasi.
Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu RI Sugiono menempatkan KEK Kendal sebagai contoh kerja sama yang memberikan kepastian operasional serta daya saing bagi korporasi global.
Hingga Triwulan I-2026, kawasan ini mencatat 139 pelaku usaha dengan akumulasi komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun.
Baca juga: Jejak Sjamsul Nursalim di KEK Kura Kura Bali yang Disegel Pemerintah
Penyerapan tenaga kerja langsung berada di angka 42.000 orang. Diversifikasi sektor di dalam kawasan bergerak dinamis, mencakup industri otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi, alat kesehatan, hingga tekstil dan pangan.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menjelaskan bahwa peningkatan volume investasi berbanding lurus dengan kewajiban peningkatan standar operasional kawasan.
Dia menjelaskan, KEK Kendal dibangun dengan visi jangka panjang untuk menjadi pusat pertumbuhan industri modern yang berdaya saing global.
"Kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Juliani di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Daya tarik investasi KEK Kendal bersumber pada efisiensi birokrasi dan penyediaan utilitas terpadu.
Saat kawasan memasuki fase perluasan lahan, tantangan bergeser pada kesiapan pasokan energi dan kelancaran arus logistik.
Industri dengan teknologi presisi seperti manufaktur elektronik dan komponen energi terbarukan membutuhkan jaminan stabilitas daya listrik dan air bersih tanpa interupsi.
Baca juga: Sosok Crazy Rich Pemilik KEK Bali yang Disegel Karena Babat Mangrove
Berikut Indikator Capaian KEK Kendal dengan Realisasi hingga Triwulan I-2026:
Peningkatan infrastruktur dasar dan pemangkasan hambatan logistik harus berjalan paralel dengan pembukaan lahan baru.
Kelambatan penyediaan utilitas berisiko mengurangi tingkat efisiensi kawasan, yang dapat memengaruhi keputusan ekspansi para pelaku usaha global berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang