Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kantongi Komitmen Rp 189 Triliun, KEK Kendal Jadi Jangkar Investasi Jawa Tengah

Kompas.com, 19 Mei 2026, 23:48 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi investasi Jawa Tengah pada Triwulan I-2026 yang menyentuh Rp 23,02 triliun menegaskan pergeseran peta manufaktur nasional ke koridor pantai utara.

Dengan pertumbuhan sebesar 5,35 persen secara year-on-year, wilayah ini konsisten mempertahankan tren kenaikan sejak 2021.

Kabupaten Kendal menopang performa tersebut lewat sumbangan investasi senilai Rp 3,61 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, mengulangi capaiannya sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah pada 2024.

Baca juga: Profil KEK Kura Kura Bali yang Disegel Karena Babat Mangrove

Jangkar utama pertumbuhan tersebut berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Proyek perluasan kawasan yang sedang berjalan saat ini menandai fase baru dari kemitraan strategis antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd asal Singapura.

Langkah ekspansi ini bertujuan menambah kapasitas tampung industri sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok yang mulai padat.

Struktur Investasi

Hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura dalam beberapa tahun terakhir bertumpu pada efisiensi pengelolaan kawasan terintegrasi.

Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu RI Sugiono menempatkan KEK Kendal sebagai contoh kerja sama yang memberikan kepastian operasional serta daya saing bagi korporasi global.

Hingga Triwulan I-2026, kawasan ini mencatat 139 pelaku usaha dengan akumulasi komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun.

Baca juga: Jejak Sjamsul Nursalim di KEK Kura Kura Bali yang Disegel Pemerintah

Penyerapan tenaga kerja langsung berada di angka 42.000 orang. Diversifikasi sektor di dalam kawasan bergerak dinamis, mencakup industri otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi, alat kesehatan, hingga tekstil dan pangan.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menjelaskan bahwa peningkatan volume investasi berbanding lurus dengan kewajiban peningkatan standar operasional kawasan.

Dia menjelaskan, KEK Kendal dibangun dengan visi jangka panjang untuk menjadi pusat pertumbuhan industri modern yang berdaya saing global.

"Kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Juliani di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Fase Perluasan

Daya tarik investasi KEK Kendal bersumber pada efisiensi birokrasi dan penyediaan utilitas terpadu.

Saat kawasan memasuki fase perluasan lahan, tantangan bergeser pada kesiapan pasokan energi dan kelancaran arus logistik.

Industri dengan teknologi presisi seperti manufaktur elektronik dan komponen energi terbarukan membutuhkan jaminan stabilitas daya listrik dan air bersih tanpa interupsi.

Baca juga: Sosok Crazy Rich Pemilik KEK Bali yang Disegel Karena Babat Mangrove

Berikut Indikator Capaian KEK Kendal dengan Realisasi hingga Triwulan I-2026:

  • Jumlah Pelaku Usaha: 139 Perusahaan 
  • Total Komitmen Investasi: Rp 189,16 Triliun 
  • Total Serapan Tenaga Kerja: 42.000 Orang 
  • Kontribusi Investasi Terhadap Kabupaten Kendal: Rp 3,61 Triliun (Triwulan I-2026) 

Peningkatan infrastruktur dasar dan pemangkasan hambatan logistik harus berjalan paralel dengan pembukaan lahan baru.

Kelambatan penyediaan utilitas berisiko mengurangi tingkat efisiensi kawasan, yang dapat memengaruhi keputusan ekspansi para pelaku usaha global berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau