Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hibah dari Sinarmas Land, Stasiun Jatake Berkapasitas 20.000 Penumpang

Kompas.com, 1 April 2024, 16:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Stasiun Baru Jatake di Pagedangan, Tangerang, Banten, secara resmi telah dimulai yang ditandai seremoni peletakan batu pertama oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (30/3/2024).

Budi mengharapkan, kehadiran Stasiun Jatake tak hanya sebagai pemberhentian KRL, melainkan juga menjadi Transit Oriented Development (TOD) yang dapat memudahkan mobilitas masyarakat.

Tidak di perumahan BSD City saja, melainkan juga masyarakat di sekitar perumahan.

Selain Stasiun Jatake yang masih tahap pembangunan, juga terdapat tiga stasiun lainnya yang sudah aktif mengangkut penumpang yakni Stasiun Rawa Buntu, Stasiun Cisauk, serta Stasiun Serpong.

Artist Impression Stasiun Jatake.Dok. Sinarmas Land Artist Impression Stasiun Jatake.
"Untuk stasiun ini bentuk hibah dari BSD City, kalau sudah jadi (nanti) diserahkan kepada pemerintah, dalam hal ini KAI selaku pengelola," tegas Budi dalam sambutannya pada acara tersebut.

Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi. Pembangunannya telah dimulai sejak Januari 2024 dan direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2025.

Nantinya, di area tersebut akan dibangun gedung stasiun kereta api dengan luas bangunan kurang lebih 3.000 meter persegi (3 lantai).

Pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari pengembangan konsep TOD sebagai fasilitas kota baru untuk mengurangi kepadatan transportasi di jalan raya melalui pemaksimalan penggunaan kendaraan umum.

Baca juga: Pembangunan Stasiun Baru Jatake Dimulai, Mudahkan Mobilitas di BSD City

Inisiatif ini juga merupakan langkah konkret komitmen perusahaan dalam mentransformasikan BSD City menjadi integrated smart digital city dengan peningkatan konektivitas melalui transportasi kereta dan angkutan publik lainnya.

Ke depannya, Stasiun Jatake yang terbangun ini akan diserahkan PT Bumi Serpong Damai Tbk melalui Sinarmas Land kepada KAI sebagai pengelola pengoperasian.

Stasiun Jatake berada di KM 37+045 Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung. Stasiun ini akan memiliki panjang peron 250 meter dan lebar masing-masing peron 6 meter.

Artist Impression Stasiun Baru Jatake.Dok. Sinarmas Land Artist Impression Stasiun Baru Jatake.

Di dalam gedung stasiun, akan ada area untuk aktivitas penumpang, zona komersial, dan ruang kantor KAI.

Sementara di bagian luar, terdapat fasilitas gedung parkir untuk mobil, motor, dan sepeda. Stasiun ini diproyeksikan mampu melayani 20.000 penumpang setiap harinya.

Keberadaan Stasiun Jatake juga akan memudahkan akses ke Hiera, kawasan seluas 108 hektar.

Diproyeksikan sebagai “Heartland of BSD City”, Hiera saat ini berada dalam tahap pembangunan infrastruktur serta pengembangannya menerapkan konsep keberlanjutan lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau