KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mematangkan langkah strategis untuk meluncurkan program beasiswa khusus warga Jakarta melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Pusat.
Saat ini, proses kerja sama tersebut telah memasuki tahap finalisasi untuk memastikan program tersebut dapat segera diakses oleh mahasiswa pada tahun mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa jajarannya saat ini sedang bergerak cepat untuk merampungkan payung hukum dan teknis pelaksanaan bersama pemerintah pusat.
“Sedang dalam pematangan persiapan. Bappeda, kemudian Dinas Pendidikan, Asisten dan Sekda sedang memfinalisasi kerja sama dengan LPDP Pusat,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, dilansir Antara, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Beasiswa MTCP 2026 Dibuka, Peluang Kuliah S2 Gratis ke Malaysia
Pramono menjelaskan, keputusan untuk menggandeng LPDP Pusat diambil demi efisiensi birokrasi.
Dengan menggunakan infrastruktur dan sistem yang sudah dimiliki LPDP Pusat, realisasi beasiswa untuk warga Jakarta tidak perlu menunggu waktu lama.
“Kalau didirikan institusinya di DKI Jakarta prosesnya terlalu lama, padahal kami ingin mudah-mudahan tahun depan LPDP-nya untuk Jakarta bisa mulai dibagikan,” jelas Pramono.
Meskipun secara skema pendanaan dan sistem mengikuti LPDP di bawah kementerian, Pemprov DKI Jakarta akan memegang kendali penuh dalam menentukan arah studi para penerima beasiswa.
Hal ini bertujuan agar lulusan beasiswa ini nantinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan SDM di Jakarta.
"Tetapi untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah DKI Jakarta yang akan menentukan," ujar Pramono, dilansir Kompas.com.
Baca juga: Kuliah Gratis di Al Azhar lewat Beasiswa PP Muhammadiyah-Al Azhar Bagi Kader Muhammadiyah
Pada tahap awal, Pemprov DKI berencana mengirimkan sekitar 100 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Pramono memastikan putra-putri Betawi dan warga Jakarta akan mendapatkan prioritas dalam skema ini.
"Pada tahap awal, kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa. Dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi dan anak Jakarta. Karena bagaimanapun, sebagai ibu kota dan sesuai undang-undang, kita juga harus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sekolah di luar negeri," ungkapnya.
Program LPDP Jakarta ini nantinya akan menjadi pelengkap bagi bantuan pendidikan yang sudah ada sebelumnya, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Pramono juga membawa kabar baik bagi penerima bantuan pendidikan di tingkat lokal. Jika sebelumnya KJP dan KJMU terbatas pada jenjang sarjana, kini cakupan bantuannya telah diperluas.
Baca juga: Kuliah S1-S3 Gratis di Rumania lewat Beasiswa ARICE, Dibuka hingga 12 Juni
Kini, ia memastikan bahwa cakupan bantuan pendidikan tersebut telah diperluas hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya