Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Finalisasi Beasiswa LPDP Jakarta, Pemprov DKI Tentukan Opsi Kampus dan Jurusan

Kompas.com, 9 Mei 2026, 16:05 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mematangkan langkah strategis untuk meluncurkan program beasiswa khusus warga Jakarta melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Pusat.

Saat ini, proses kerja sama tersebut telah memasuki tahap finalisasi untuk memastikan program tersebut dapat segera diakses oleh mahasiswa pada tahun mendatang.

Finalisasi kerja sama dengan LPDP Pusat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa jajarannya saat ini sedang bergerak cepat untuk merampungkan payung hukum dan teknis pelaksanaan bersama pemerintah pusat.

“Sedang dalam pematangan persiapan. Bappeda, kemudian Dinas Pendidikan, Asisten dan Sekda sedang memfinalisasi kerja sama dengan LPDP Pusat,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, dilansir Antara, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Beasiswa MTCP 2026 Dibuka, Peluang Kuliah S2 Gratis ke Malaysia

Pramono menjelaskan, keputusan untuk menggandeng LPDP Pusat diambil demi efisiensi birokrasi.

Dengan menggunakan infrastruktur dan sistem yang sudah dimiliki LPDP Pusat, realisasi beasiswa untuk warga Jakarta tidak perlu menunggu waktu lama.

“Kalau didirikan institusinya di DKI Jakarta prosesnya terlalu lama, padahal kami ingin mudah-mudahan tahun depan LPDP-nya untuk Jakarta bisa mulai dibagikan,” jelas Pramono.

Pemprov DKI atur opsi kampus dan jurusan

Meskipun secara skema pendanaan dan sistem mengikuti LPDP di bawah kementerian, Pemprov DKI Jakarta akan memegang kendali penuh dalam menentukan arah studi para penerima beasiswa.

Hal ini bertujuan agar lulusan beasiswa ini nantinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan SDM di Jakarta.

"Tetapi untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah DKI Jakarta yang akan menentukan," ujar Pramono, dilansir Kompas.com.

Baca juga: Kuliah Gratis di Al Azhar lewat Beasiswa PP Muhammadiyah-Al Azhar Bagi Kader Muhammadiyah

Kuota Khusus untuk Anak Betawi

Pada tahap awal, Pemprov DKI berencana mengirimkan sekitar 100 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Pramono memastikan putra-putri Betawi dan warga Jakarta akan mendapatkan prioritas dalam skema ini.

"Pada tahap awal, kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa. Dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi dan anak Jakarta. Karena bagaimanapun, sebagai ibu kota dan sesuai undang-undang, kita juga harus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sekolah di luar negeri," ungkapnya.

Program LPDP Jakarta ini nantinya akan menjadi pelengkap bagi bantuan pendidikan yang sudah ada sebelumnya, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Pramono juga membawa kabar baik bagi penerima bantuan pendidikan di tingkat lokal. Jika sebelumnya KJP dan KJMU terbatas pada jenjang sarjana, kini cakupan bantuannya telah diperluas.


Baca juga: Kuliah S1-S3 Gratis di Rumania lewat Beasiswa ARICE, Dibuka hingga 12 Juni

Kini, ia memastikan bahwa cakupan bantuan pendidikan tersebut telah diperluas hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau