Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UI Tembus Top 100 Dunia Jurusan Hukum Terbaik QS WUR by Subject 2026

Kompas.com, 27 Maret 2026, 15:34 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com-QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 resmi dirilis pada 25 Maret 2026 lalu.

Edisi 2026 ini menampilkan 55 bidang studi spesifik di lima bidang studi utama, yakni Arts & Humanities, Social Sciences & Management, Engineering & Technology, Life Sciences & Medicine, serta Natural Science.

Lebih dari 1.900 institusi masuk dalam daftar, termasuk lebih dari 300 institusi yang masuk untuk pertama kalinya.

Di antara yang menonjol adalah bidang ilmu Ilmu Sosial & Manajemen yang di dalamnya mencakup bidang studi Ilmu Hukum.

Pada bidang ilmu tersebut, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. FH UI berhasil masuk Top 100 bidang studi Ilmu Hukum terbaik di dunia dan berada di urutan ke-96.

FH UGM menyusul di posisi kedua secara nasional dan berada di rentang peringkat 151-200 dunia. Posisi ketiga nasional diraih oleh UNAIR dengan rentang peringkat yang sama.

Baca juga: 28 Bidang Ilmu UGM Masuk Pemeringkatan QS WUR by Subject 2026

Jurusan hukum terbaik di Indonesia versi QS WUR by Subject 2026

Daftar ini dapat menjadi acuan calon mahasiswa yang berencana mengambil jurusan hukum, mengingat pendaftaran SNBT 2026 sedang dibuka hingga 7 April 2026.

Berikut delapan perguruan tinggi dengan jurusan hukum terbaik di Indonesia versi QS WUR by Subject 2026.

1. Universitas Indonesia, peringkat dunia: 96

2. Universitas Gadjah Mada, peringkat dunia: 151-200

3. Universitas Airlangga, peringkat dunia: 151-200

4. Universitas Padjadjaran, peringkat dunia: 201-250

5. Bina Nusantara University, peringkat dunia: 251-300

6. Universitas Diponegoro, peringkat dunia: 251-300

7. Universitas Brawijaya, peringkat dunia: 301-350

8. Universitas Sebelas Maret, peringkat dunia: 351-400

Kriteria pemeringkatan bidang Hukum

Ada lima indikator yang menentukan peringkat suatu institusi berdasarkan QS WUR by Subject 2026, yakni reputasi akademik, reputasi pemberi kerja (employer), sitasi per artikel, dan H-Index.

Pada bidang studi hukum, Reputasi Akademik memiliki bobot tertinggi sebesar 50 persen. Selanjutnya, Reputasi Pemberi Kerja yang bersumber dari tanggapan survei pemberi kerja lulusan di seluruh dunia memiliki bobot 30 persen.

Indikator Kutipan penelitian per artikel yang bersumber dari Elsevier Scopus berbobot paling rendah, yakni 5 persen. Sementara H-Index yang mengukur produktivitas dan dampak seorang akademisi atau departemen di universitas berbobot 15 persen.

Baca juga: 4 Bidang Ilmu ITB Masuk 150 Besar Dunia Versi QS WUR by Subject 2026

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau