KOMPAS.com-QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 resmi dirilis pada 25 Maret 2026 lalu.
Edisi 2026 ini menampilkan 55 bidang studi spesifik di lima bidang studi utama, yakni Arts & Humanities, Social Sciences & Management, Engineering & Technology, Life Sciences & Medicine, serta Natural Science.
Lebih dari 1.900 institusi masuk dalam daftar, termasuk lebih dari 300 institusi yang masuk untuk pertama kalinya.
Di antara yang menonjol adalah bidang ilmu Ilmu Sosial & Manajemen yang di dalamnya mencakup bidang studi Ilmu Hukum.
Pada bidang ilmu tersebut, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. FH UI berhasil masuk Top 100 bidang studi Ilmu Hukum terbaik di dunia dan berada di urutan ke-96.
FH UGM menyusul di posisi kedua secara nasional dan berada di rentang peringkat 151-200 dunia. Posisi ketiga nasional diraih oleh UNAIR dengan rentang peringkat yang sama.
Baca juga: 28 Bidang Ilmu UGM Masuk Pemeringkatan QS WUR by Subject 2026
Daftar ini dapat menjadi acuan calon mahasiswa yang berencana mengambil jurusan hukum, mengingat pendaftaran SNBT 2026 sedang dibuka hingga 7 April 2026.
Berikut delapan perguruan tinggi dengan jurusan hukum terbaik di Indonesia versi QS WUR by Subject 2026.
1. Universitas Indonesia, peringkat dunia: 96
2. Universitas Gadjah Mada, peringkat dunia: 151-200
3. Universitas Airlangga, peringkat dunia: 151-200
4. Universitas Padjadjaran, peringkat dunia: 201-250
5. Bina Nusantara University, peringkat dunia: 251-300
6. Universitas Diponegoro, peringkat dunia: 251-300
7. Universitas Brawijaya, peringkat dunia: 301-350
8. Universitas Sebelas Maret, peringkat dunia: 351-400
Ada lima indikator yang menentukan peringkat suatu institusi berdasarkan QS WUR by Subject 2026, yakni reputasi akademik, reputasi pemberi kerja (employer), sitasi per artikel, dan H-Index.
Pada bidang studi hukum, Reputasi Akademik memiliki bobot tertinggi sebesar 50 persen. Selanjutnya, Reputasi Pemberi Kerja yang bersumber dari tanggapan survei pemberi kerja lulusan di seluruh dunia memiliki bobot 30 persen.
Indikator Kutipan penelitian per artikel yang bersumber dari Elsevier Scopus berbobot paling rendah, yakni 5 persen. Sementara H-Index yang mengukur produktivitas dan dampak seorang akademisi atau departemen di universitas berbobot 15 persen.
Baca juga: 4 Bidang Ilmu ITB Masuk 150 Besar Dunia Versi QS WUR by Subject 2026
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang