Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hiking Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Kompas.com, 31 Mei 2026, 18:06 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Di tengah berbagai upaya menjaga kesehatan mental, hiking menjadi salah satu aktivitas sederhana namun sangat efektif untuk memperbaiki suasana hati.

Hiking ternyata tidak perlu mendaki gunung tinggi. Berjalan di ruang hijau atau alam, sudah memberi dampak besar.

Kombinasi sempurna: Olahraga dan alam

Hiking menggabungkan dua hal yang paling ampuh untuk memperbaiki mood: aktivitas fisik dan paparan alam.

Menurut Brad Zehring, MD, psikiater di Serenity Mental Health Centers, aktivitas fisik meningkatkan produksi serotonin, dopamin, norepinefrin, dan endorfin.

Ini adalah serangkaian “bahan kimia bahagia” dalam tubuh yang berperan dalam memperbaiki mood, mengurangi stres, serta menciptakan pola pikir yang lebih sehat lewat neuroplastisitas.

Baca juga: 5 Gunung yang Ramah Pemula, Cocok untuk Solo Hiking

Selain itu, olahraga juga membantu meningkatkan kualitas tidur, faktor krusial dalam stabilitas emosi.

Di sisi lain, paparan alam terbukti mampu mengurangi stres, meningkatkan rasa tenang, serta memberi rasa terhubung dengan lingkungan sekitar.

Berada di alam merangsang seluruh pancaindra, melihat pepohonan, mencium aroma tanah dan dedaunan, mendengar suara angin dan burung, yang secara alami menarik kita kembali ke masa kini dan menjauhkan dari pikiran negatif.

Mindfulness secara alami

Salah satu manfaat terbesar dari hiking adalah mindfulness yang muncul tanpa perlu dipaksa. Saat menapaki jalur, tubuh dan pikiran terdorong untuk fokus pada langkah, pernapasan, dan arah yang dituju.

Pikiran yang biasanya dipenuhi kekhawatiran tentang masa depan atau penyesalan akan masa lalu pun ikut teralihkan.

Ilustrasi forest bathingFreepik Ilustrasi forest bathing

Hiking bisa menjadi cara ampuh mengubah mood negatif menjadi rasa syukur. Dengan minimnya gangguan, bahkan tanpa ponsel, pikiran dapat beristirahat dari rutinitas yang menekan.

Lebih dari itu, berada di alam kerap memunculkan rasa kagum dan takjub. Pengalaman menyaksikan keindahan alam yang berjalan harmonis tanpa kebutuhan akan validasi membuat masalah terasa lebih kecil dan lebih mudah dihadapi.

Membangun koneksi sosial

Selain manfaat fisik dan mental, hiking juga membuka peluang untuk membangun hubungan sosial.

Berjalan bersama teman atau kelompok hiking membantu mengurangi rasa terisolasi dan menciptakan komunitas di luar dunia kerja maupun teknologi—sesuatu yang penting untuk kesehatan mental jangka panjang.

Cara memulai hiking untuk kesehatan mental

Tidak semua orang memiliki akses ke pegunungan, tetapi itu bukan masalah. Manfaat hiking dapat diraih lewat berbagai cara:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Keluhan Wisatawan Ada dugaan Pungli di Pantai Watulawang, Gunungkidul langsung ditindaklanjuti
Keluhan Wisatawan Ada dugaan Pungli di Pantai Watulawang, Gunungkidul langsung ditindaklanjuti
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau