Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Itu Marsinah yang Museumnya Diresmikan Presiden Prabowo?

Kompas.com, 16 Mei 2026, 16:04 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Peresmian dilakukan melalui pembacaan pernyataan resmi dan penandatanganan prasasti sebagai simbol dibukanya museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan seorang buruh perempuan bernama Marsinah, sosok yang kini diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

Setahun sebelumnya, dalam Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara, Prabowo menganugerahkan gelar tersebut kepada Marsinah.

Baca juga: Prabowo di Momen Peresmian Museum Marsinah: Aparat Harus Mati untuk Rakyat, Bukan Menindas Rakyat

Penghargaan itu disampaikan langsung kepada ahli warisnya, setelah namanya diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Siapa Marsinah?

Marsinah adalah buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur. Ia bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo.

Lahir pada tanggal 10 April 1969, Marsinah merupakan anak kedua dari pasangan Astin dan Sumini.

Sejak muda, ia bekerja keras untuk menghidupi diri, mulai dari bekerja di pabrik plastik SKW di Rungkut hingga berjualan nasi bungkus seharga Rp 150 untuk menutup kebutuhan hidup.

Dikenal cerdas, kritis, dan peduli terhadap sesama buruh, Marsinah aktif menyuarakan hak-hak pekerja, terutama soal upah dan perlindungan kerja.

Akar kasus: Tuntutan buruh dan intervensi aparat

Dilansir dari Kompas.com (10/11/2025), pada 3–4 Mei 1993, buruh PT CPS melakukan aksi mogok untuk menuntut pemenuhan hak mereka. Sebanyak 11 dari 12 tuntutan dikabulkan, kecuali pembubaran Unit Kerja SPSI.

Namun sehari setelahnya, terjadi intervensi dari Kodim 0816 Sidoarjo, yang memanggil 13 buruh dan memaksa mereka mengundurkan diri dari perusahaan.

Baca juga: Diresmikan Prabowo, Museum Marsinah Dilengkapi Rumah Singgah untuk Peziarah

Mengetahui hal itu, Marsinah menulis surat berisi panduan bagi para buruh dalam menghadapi interogasi. Ia bahkan berikrar akan membawa kasus tersebut kepada pamannya yang bekerja di kejaksaan bila rekan-rekannya “dimejahijaukan”.

Pada 5 Mei 1993, Marsinah bersama seorang rekan mendatangi PT CPS untuk mengajukan surat protes. Malam itu pula, ia terakhir kali terlihat oleh rekan-rekannya.

Marsinah ditemukan tewas dengan tanda penyiksaan

Pada 8 Mei 1993, jasad Marsinah ditemukan di sebuah gubuk di kawasan hutan Desa Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk.

Tubuhnya dipenuhi luka, indikasi kuat bahwa ia mengalami penyiksaan sebelum dibunuh. Kasus ini langsung menyedot perhatian publik hingga Presiden Soeharto saat itu.

Penyelidikan berjalan panjang dan rumit. Polisi memeriksa lebih dari 140 orang dalam sebulan pertama.

Baca juga: Momen Prabowo Berkeliling Museum Marsinah, Simak Kisah Perjuangan dan Sepeda Ontel Sang Aktivis

Kemudian, delapan orang, termasuk pemilik PT CPS Judi Susanto, ditangkap dan mengaku sebagai pelaku setelah mengalami penyiksaan berat. Mereka kemudian divonis, namun seluruhnya dibebaskan saat proses banding hingga putusan Mahkamah Agung.

Hingga kini, pelaku sebenarnya tidak pernah terungkap. Kasus Marsinah menjadi salah satu catatan kelam pelanggaran HAM di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau