Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Pendaki Gunung Lawu Rebutan Spot Foto Hargo Dumilah hingga Ricuh

Kompas.com, 29 April 2026, 11:41 WIB
Krisda Tiofani,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Para pendaki di puncak Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terlibat kericuhan saat berebut spot berfoto. 

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di Instagram setelah dibagikan ulang oleh sejumlah akun. Salah satunya melalui akun Instagram pendaki @ginaadimulia yang telah ditonton lebih dari 718.000 kali dan mendapat 7.200 komentar hingga Rabu (29/4/2026).

Baca juga:

Pengelola jalur pendakian Gunung Lawu via Cetho dan Cemoro Kandang, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar, mengonfirmasi kejadian tersebut.

"Video-video yang saat ini beredar terjadi kericuhan memang kami benarkan," kata Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih dalam video konfirmasi di akun @pud_anekausahakra, Selasa (28/4/2026).

Titin telah mengizinkan penulisan berita ini berdasarkan unggahan Instagram tersebut kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Kronologi pendaki Gunung Lawu rebutan spot foto  

Berawal dari padatnya antrean foto di Hargo Dumilah

Para pendaki di puncak Gunung Lawu, Jawa Tengah, terlibat kericuhan saat berebut spot foto di Hargo DumilahKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Para pendaki di puncak Gunung Lawu, Jawa Tengah, terlibat kericuhan saat berebut spot foto di Hargo Dumilah

Keributan antar-pendaki bermula dari padatnya antrean foto di Tugu Hargo Dumilah, Gunung Lawu pada Minggu (26/4/2026) pukul 08.00 WIB.

Diketahui terdapat dua rombongan pendaki yang terlibat dalam ketegangan tersebut gegara berebut spot foto.

Perselisihan lantas terjadi dipicu oleh faktor kelelahan dan kurangnya komunikasi di lokasi antara kedua rombongan tersebut.

"Berdasarkan laporan dari saat ini, kami berada (bersama) di sisi Mas Eko (pengelola basecamp Gunung Lawu via Cetho) dari jalur pendakian via Cetho, di mana kemarin terjadi kericuhan itu dan sudah terselesaikan secara kekeluargaan dari pendaki," ucap Titin.

Salah satu pendaki asal Cimahi, Khoir, mengaku terlibat dalam kegaduhan dan meminta maaf kepada para pendaki yang terganggu.

"Mohon maaf kepada teman-teman pendaki yang ada di Hargo Dumilah maupun pencinta pendaki di media sosial yang merasa kurang nyaman dari sikap diri saya," kata Khour.

"Saya dan saudara yang ada di video sudah saling memaafkan dan saling berpelukan sehingga tidak ada permasalahan secara internal," sambung dia.

Baca juga:

Aturan foto di puncak Gunung Lawu

Lebih lanjut, Titin mengimbau para pendaki untuk mengikuti aturan berfoto di puncak Gunung Lawu demi menjaga kenyamaan bersama.

Bagi pendaki Gunung Lawu yang melewati jalur pendakian via Cetho dan Cemoro Kandang, simak dan ikuti aturan berfoto berikut ini. 

1. Mohon kesadaran pendaki untuk bergantian saat berfoto. Batasi waktu dokumentasi jika melihat antrean panjang.

2. Kondisi fisik yang lelah seringkali memicu emosi. Mari saling menjaga tutur kata dan sikap selama di jalur maupun di puncak.

3. Jika terjadi kendala atau gesekan di lapangan, segera hubungi petugas atau relawan terdekat agar bisa dimediasi dengan baik.

"Gunung Lawu adalah rumah bagi kita semua untuk mencari ketenangan. Kami mengajak rekan-rekan semua untuk kembali ke esensi pendakian: yaitu persaudaraan dan rasa hormat terhadap alam maupun sesama pendaki," pungkas Titin.

Baca juga:

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau