FBI Wanti-wanti Pengguna Microsoft 365, Ada Serangan AI Pencuri Akun

Kompas.com, Diperbarui 28/05/2026, 07:20 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber Forbes

KOMPAS.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan baru kepada pengguna layanan Microsoft 365.

Peringatan ini terkait serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI). Menurut FBI, serangan ini disebut mampu mencuri akses akun tanpa perlu mengetahui kata sandi korban secara langsung.

Dalam pengumuman layanan publik yang dirilis pada 21 Mei 2026, FBI mengatakan metode serangan tersebut dijuluki "Kali365".

FBI mengatakan, serangan Kali365 pertama kali terdeteksi pada April 2026 dan kini mulai digunakan secara luas melalui layanan Phishing-as-a-Service (PhaaS).

PhaaS sederhananya merupakan model serangan siber yang dijual atau disewakan kepada pelaku lain.

FBI mengatakan Kali365 memungkinkan pelaku mendapatkan token akses Microsoft 365 dan melewati sistem autentikasi multi-faktor atau multi-factor authentication (MFA).

Baca juga: Apple Tutup Celah iPhone yang Diduga Dipakai FBI Baca Pesan

Dalam prosesnya, Kali365 memanfaatkan infrastruktur autentikasi resmi milik Microsoft untuk mencuri kredensial pengguna.

Lantas, bagaimana cara kerja serangan ini?

Diawali dari e-mail phishing

FBI menjelaskan bahwa serangan dimulai dari e-mail palsu (phishing) yang menyamar sebagai layanan produktivitas cloud atau layanan berbagi dokumen terpercaya.

Menurut FBI, platform Kali365 didistribusikan melalui aplikasi percakapan Telegram kepada para pelaku serangan siber. Namun, aksi penipuan terhadap korban dilakukan lewat e-mail phishing.

Di dalam email tersebut, korban akan menerima kode perangkat (device code) beserta instruksi untuk membuka halaman verifikasi resmi Microsoft dan memasukkan kode tersebut.

Nah, karena halaman yang dibuka merupakan situs resmi Microsoft, korban kemungkinan menganggap proses tersebut aman dan sah.

Namun setelah kode dimasukkan, token autentikasi OAuth milik korban akan dikirim ke pelaku.

Dengan token tersebut, peretas dapat masuk ke akun Microsoft 365 korban melalui perangkat mereka sendiri tanpa perlu mengetahui password ataupun melewati verifikasi MFA tambahan.

FBI memperingatkan bahwa setelah akses berhasil diperoleh, pelaku dapat membuka berbagai layanan Microsoft 365 seperti Outlook, Teams, hingga OneDrive.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau