Salin Artikel

40 Musisi Ikuti Audisi Youth Music Camp 2023, Ajang Disparbud Jabar bersama Melbourne Symphony Orchestra

KOMPAS.com – Sebanyak 40 musisi muda Jawa Barat (Jabar) mengikuti audisi Youth Music Camp 2023 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar di Taman Budaya Jabar, Kota Bandung, Kamis (11/5/2023).

Youth Music Camp 2023 merupakan ajang pengembangan minat dan bakat musik klasik, khususnya berkaitan dengan instrumen musik strings, seperti violin, viola, selo, dan kontrabas, bersama para musisi dari Melbourne Symphony Orchestra (MSO).

Koordinator Youth Music Camp Djaelani mengatakan, West Java-MSO Youth Music Camp merupakan kesempatan emas bagi musisi muda Jawa Barat untuk mengembangkan keterampilan bermain alat musik strings.

“Ajang in sekaligus bisa menumbuhkan pemahaman dan apresiasi lintas budaya melalui networking dengan musisi kelas dunia," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (19/5/2023).

Djaelani berharap, ajang tersebut kembali menumbuhkan kecintaan anak muda terhadap musik orkestra, terlebih konser musik dibatasi setelah dua tahun masa pandemi Covid-19.

"Gairah musik anak muda harus tetap ada dan tentunya agar muncul bakat-bakat baru dari Jabar," harap musikolog dan dosen seni music ini.

Terkait audisi yang dijalankan, Djaelani menyebutkan, para penampil mampu memainkan musik konserto/sonata dengan sangat bagus sehingga dia percaya anak muda Jabar akan mendunia melalui musik.

Salah satu peserta Ramandha (23) mengungkapkan, dia baru kali ini mengikuti seleksi atau audisi musik di luar kampus, bahkan setingkat audisi internasional.

Dia optimistis bisa lolos dan bergabung dalam audisi ini serta siap menjalani Youth Music Camp 2023.

"Ini menjadi pengalaman pertama ikut audisi orkestra. Selama ini baru di kampus," ujar mahasiswa semester VI Jurusan Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tersebut.

Pada kesempatan itu, Ramandha terlihat sangat bersemangat. Menurutnya, audisi ini membuatnya bertemu dengan anak muda seusianya yang sama-sama tertarik akan musik orkestra.

"Menambah relasi dan pengalaman baru," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Athira (22). Dia mengaku bermimpi mengikuti audisi dan bergabung dengan grup musik internasional.

Sebab, kata Athira, selain mengasah bakat, kegiatan yang dia ikuti dapat menambah ilmu bermusik. Apalagi, peserta nanti akan bermain bersama master orkestra internasional.

Adapun audisi Youth Music Camp 2023 menyeleksi 40 peserta untuk dikerucutkan menjadi 30 peserta. Youth Music Camp dilaksanakan selama tiga hari, yakni 14-16 Mei 2023 dalam format workshop, masterclass, dan rehearsal.

Peserta audisi telah diuji keterampilan teknis memainkan sonata atau konserto dengan alat musik gesek yang dikuasai.

Selain Djaelani, seleksi tahap awal Youth Music Camp dilakukan Alfin Asa Fathinanda, pengajar instrumen violin, dan violinis untuk Erwin Gutawa Orchestra serta Ahmad Dhani Philharmonic Orchestra, yang juga merupakan alumni MSO Youth Music Camp di Yogyakarta 2016.

Pada tahap selanjutnya, audisi dilakukan di hadapan dewan juri yang berkoordinasi dengan Melbourne Symphony Orchestra dengan anggota I Nyoman Mahendra, Robby Subarja, dan Dorry Windhu Sanjaya.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, konser kolaborasi Youth Music Camp-Melbourne Symphony Orchestra akan digelar di Auditorium PPAG Universitas Katolik Parahyangan, Bandung pada 17 Mei 2023.

https://regional.kompas.com/read/2023/05/19/10504251/40-musisi-ikuti-audisi-youth-music-camp-2023-ajang-disparbud-jabar-bersama

Terkini Lainnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com