JAKARTA, KOMPAS.com - Septic tank perlu dikuras secara berkala agar sistem sanitasi rumah tetap berfungsi dengan baik.
Dewan Pengawas Asosiasi Pengelola Air Limbah Domestik (Forkalim), Subekti mengatakan, waktu yang ideal untuk melakukan penyedotan septic tank adalah setiap tiga tahun sekali.
"Idealnya tiga tahun sekali," kata Subekti saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/05/2026).
Sementara septic tank yang tidak perlu disedot selama 10 tahun perlu dicurigai. Pasalnya itu merupakan tanda kebocoran septic tank.
"Tapi misal 10 tahun enggak pernah disedot, 15 tahun enggak pernah disedot, kemungkinan rembes," ujar Subekti.
Baca juga: Berapa Ukuran Septic Tank yang Ideal untuk Rumah?
Hal tersebut senada dengan aturan yang tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017. Jika dibiarkan terlalu penuh, septic tank dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari saluran mampet hingga munculnya bau tidak sedap.
Karena itu, pengurasan septic tank menjadi bagian penting dalam perawatan sistem pembuangan limbah rumah tangga.
Waktu pengurasan juga biasanya dipengaruhi kapasitas tangki, jumlah penghuni rumah, dan intensitas penggunaan air setiap hari.
Ukuran septic tank menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam sistem sanitasi rumah.
Jika kapasitas septic tank terlalu kecil, tangki dapat lebih cepat penuh dan berisiko menyebabkan saluran pembuangan tersumbat maupun menimbulkan bau tidak sedap.
Dalam perencanaannya, kapasitas septic tank harus memperhitungkan jumlah penghuni rumah. Semakin banyak penghuni, semakin besar volume limbah yang perlu diolah.
Untuk rumah tangga kecil, septic tank umumnya memiliki kapasitas sekitar 1 hingga 2 meter kubik. Namun, kapasitas tersebut dapat bertambah menyesuaikan jumlah penghuni dan kebutuhan penggunaan air di rumah.
Baca juga: Jarak Septic Tank dengan Sumur Tak Boleh Dekat, Ini Alasannya
Selain volume tangki, ukuran panjang, lebar, dan kedalaman septic tank juga perlu dirancang proporsional agar proses pengendapan limbah berjalan optimal. Tangki septic biasanya terdiri dari ruang pengendapan dan ruang pengolahan lanjutan.
Waktu tinggal limbah di dalam tangki juga menjadi pertimbangan penting. Semakin baik proses pengendapan di dalam septic tank, semakin optimal limbah dapat diuraikan sebelum dialirkan ke sistem resapan.
Selain jarak pemasangan, konstruksi septic tank juga harus dibuat kedap air agar limbah tidak bocor langsung ke tanah. Dinding dan dasar tangki perlu dirancang kuat untuk menahan rembesan.