Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menguras Septic Tank?

Kompas.com, 29 Mei 2026, 07:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Septic tank perlu dikuras secara berkala agar sistem sanitasi rumah tetap berfungsi dengan baik.

Dewan Pengawas Asosiasi Pengelola Air Limbah Domestik (Forkalim), Subekti mengatakan, waktu yang ideal untuk melakukan penyedotan septic tank adalah setiap tiga tahun sekali.

"Idealnya tiga tahun sekali," kata Subekti saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/05/2026).

Sementara septic tank yang tidak perlu disedot selama 10 tahun perlu dicurigai. Pasalnya itu merupakan tanda kebocoran septic tank.

"Tapi misal 10 tahun enggak pernah disedot, 15 tahun enggak pernah disedot, kemungkinan rembes," ujar Subekti.

Baca juga: Berapa Ukuran Septic Tank yang Ideal untuk Rumah?

Hal tersebut senada dengan aturan yang tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017. Jika dibiarkan terlalu penuh, septic tank dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari saluran mampet hingga munculnya bau tidak sedap.

Karena itu, pengurasan septic tank menjadi bagian penting dalam perawatan sistem pembuangan limbah rumah tangga.

Waktu pengurasan juga biasanya dipengaruhi kapasitas tangki, jumlah penghuni rumah, dan intensitas penggunaan air setiap hari.

Ukuran Septic Tank

Ukuran septic tank menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam sistem sanitasi rumah.

Jika kapasitas septic tank terlalu kecil, tangki dapat lebih cepat penuh dan berisiko menyebabkan saluran pembuangan tersumbat maupun menimbulkan bau tidak sedap.

Dalam perencanaannya, kapasitas septic tank harus memperhitungkan jumlah penghuni rumah. Semakin banyak penghuni, semakin besar volume limbah yang perlu diolah.

Untuk rumah tangga kecil, septic tank umumnya memiliki kapasitas sekitar 1 hingga 2 meter kubik. Namun, kapasitas tersebut dapat bertambah menyesuaikan jumlah penghuni dan kebutuhan penggunaan air di rumah.

Baca juga: Jarak Septic Tank dengan Sumur Tak Boleh Dekat, Ini Alasannya

Selain volume tangki, ukuran panjang, lebar, dan kedalaman septic tank juga perlu dirancang proporsional agar proses pengendapan limbah berjalan optimal. Tangki septic biasanya terdiri dari ruang pengendapan dan ruang pengolahan lanjutan.

Waktu tinggal limbah di dalam tangki juga menjadi pertimbangan penting. Semakin baik proses pengendapan di dalam septic tank, semakin optimal limbah dapat diuraikan sebelum dialirkan ke sistem resapan.

Harus Kedap Air dan Punya Pipa Ventilasi

Selain jarak pemasangan, konstruksi septic tank juga harus dibuat kedap air agar limbah tidak bocor langsung ke tanah. Dinding dan dasar tangki perlu dirancang kuat untuk menahan rembesan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau