Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan Senyap

Kompas.com, 26 Mei 2026, 13:21 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Implementasi kendaraan elektrifikasi di sektor transportasi massal Indonesia terus merambah ke segmen yang lebih jauh.

Tidak lagi sekadar menjadi armada bus kota atau pariwisata jarak pendek, kini bus listrik mulai masuk ke jalur antarkota (AKAP) dengan menawarkan efisiensi tinggi serta kemewahan ekstra bagi para penggunanya.

Langkah berani ini diambil oleh Perusahaan Otobus (PO) Borneo Trans yang resmi memperkenalkan armada bus listrik murni terbaru mereka.

Untuk membangun armada masa depannya ini, PO Borneo Trans memercayakannya kepada Karoseri Tentrem, dengan menggunakan bodi Avante H7 Single Glass.

Dari luar, bus ini tampil sangat kalem dan elegan, benar-benar menyerupai bus bermesin diesel konvensional standar tanpa kosmetik futuristis yang berlebihan.

Baca juga: Kisah PO Sinar Jaya Jadi Pionir Bus AKAP Full Tol di Trans-Jawa

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Tentrem Sejahtera (@tentrembusofficial)

 

Efisiensi Operasional dan Kenyamanan Premium

Direktur Utama Karoseri Tentrem Yohan Wahyudi mengatakan, keputusan PO Borneo Trans untuk menerjunkan bus listrik ke jalur antarkota didasari oleh hasil evaluasi mendalam mengenai efisiensi jangka panjang.

"Borneo melihat potensi saving dari sisi operasional dari hasil uji coba bus listrik AKAP yang dilaksanakan di Pulau Jawa. Dari sisi kenyamanan, bus listrik menawarkan kenyamanan tingkat tinggi, minim getaran, dan juga tingkat kebisingan yang sangat rendah," ujar Yohan kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).

Dalam meluncurkan proyek ini, PO Borneo Trans menggandeng INVI sebagai partner penyedia ekosistem Electric Vehicle (EV) secara end-to-end.

Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan SenyapKaroseri Tentrem Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan Senyap

Kerja sama komprehensif ini mencakup studi pola operasi, survei rute, penempatan posisi charging station, pengadaan alat charger, hingga pemilihan kombinasi sasis dan bodi yang paling pas.

Sasis pasokan INVI yang digunakan dibekali baterai berkapasitas besar, yakni 350 kW. Di atas kertas, bus listrik ini sanggup menjelajah hingga jarak 300 kilometer, dengan hitungan penggunaan aman dari indikator baterai 100 persen hingga menyentuh 20 persen.

Masuk ke dalam kabin, penumpang langsung disajikan atmosfer kelas premium yang sangat eksklusif. Bodi Avante H7 ini dirancang dengan konfigurasi interior mewah yang hanya memuat 17 penumpang.

Bangku paling depan terdiri dari 2 kursi sleeper di baris depan serta 15 kursi yang dilengkapi dengan legrest, footrest, serta perangkat hiburan Audio Video On Demand (AVOD).

Baca juga: Komparasi Toyota Vios Hybrid dan Honda City Sedan Sensing

Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan SenyapKaroseri Tentrem Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan Senyap

Rancang Bangun dan Solusi Tata Ruang Kabin

Secara teknis rancang bangun, bus listrik memiliki tantangan besar pada distribusi bobot karena paket baterai dan motor penggerak cenderung lebih berat dari mesin diesel biasa. Sasis INVI menempatkan seluruh modul baterai di bagian kolong bawah bus.

Penempatan di area bawah ini justru membawa keuntungan mekanis karena center of gravity kendaraan menjadi lebih rendah. Efeknya, stabilitas bus meningkat, gejala limbung  berkurang, sehingga berimpak langsung pada sisi keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Namun, karena area kolong tengah sudah padat diisi oleh baterai, bus ini kehilangan ruang bagasi bawah yang biasanya tembus pada bus konvensional.

 

Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan SenyapKaroseri Tentrem Bus Listrik PO Borneo Trans Buatan Tentrem, Mewah dan Senyap

Di sisi lain, ruang kap mesin di bagian buritan belakang juga tidak bisa dipakai untuk menaruh barang karena sudah dipadati oleh berbagai komponen kelistrikan dan elektronik dari sistem EV bus tersebut.

Untuk menyiasatinya, Karoseri Tentrem memanfaatkan area kabin bagian paling belakang, tepatnya di atas kompartemen elektronik belakang di balik sekat.

Ruang yang biasanya digunakan sebagai tempat tidur pengemudi cadangan atau kandang macan, dialihfungsikan menjadi toilet dan ruang bagasi.

"Nah, kita sudah siapin kompartemen bagasi di belakang. Karena penumpang juga enggak banyak, jadi di kabin belakang cukup untuk bagasi," kata Yohan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau