Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Segini Kisaran Harga Bus Listrik Persija Garapan Laksana-Hyundai

Kompas.com, 25 Mei 2026, 19:41 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi antara karoseri lokal asal Ungaran, Laksana, dengan pabrikan otomotif raksasa asal Korea Selatan, Hyundai, membuahkan hasil. Mereka membangun bus listrik resmi klub sepak bola Persija Jakarta.

Bus ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai bus listrik pertama untuk klub sepak bola profesional di Indonesia.

Berstatus sebagai kendaraan operasional berspesifikasi khusus, berapa perkiraan biaya yang dihabiskan untuk membangun bus listrik ini?

Technical Director Karoseri Laksana Stefan Arman, memberikan gambaran mengenai estimasi harga dari bus listrik berukuran 12 meter tersebut.

Baca juga: Sambut B50, Daimler Jadi Satu-satunya OEM yang Kirim Bus Untuk Tes

Bus listrik Persija Jakarta pakai bodi buatan Karoseri Laksana Legacy SR3 dan sasis HyundaiKOMPAS.com/FATHAN Bus listrik Persija Jakarta pakai bodi buatan Karoseri Laksana Legacy SR3 dan sasis Hyundai

"Kalau bus listrik itu biasanya yang 12 meter di harga kisaran Rp 4M [miliar] lebih ya, tergantung spek-nya ya, kira-kira," ujar Stefan di Jakarta belum lama ini.

Perubahan Struktur demi Baterai di Atap

Harga yang menyentuh angka miliaran Rupiah tersebut sebanding dengan rumitnya proses pengembangan. Berbeda dengan bus konvensional, bus listrik Persija ini dirancang dengan menempatkan komponen baterai di bagian atap kabin.

Stefan menjelaskan bahwa penempatan baterai di atas menuntut tim engineer Laksana untuk melakukan penyesuaian struktur demi mengejar faktor keselamatan.

Baca juga: DJP Soroti Insentif Pajak Mobil Listrik, tapi Minim Transfer Teknologi

Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan HyundaiKOMPAS.com/FATHAN Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan Hyundai

"Ya, harus didesain ya. Makanya kalau nanti bisa dilihat di dalamnya kita ada tambahan struktur," kata Stefan.

"Iya, ada penguatnya. Kenapa nanti bisa dilihat layout seat-nya memang ada sedikit penyesuaian. Di situ ada struktur tambahan," kata Stefan.

Memang kalau diperhatikan, biasanya bus tim sepakbola menggunakan susunan bangku 2-2. Tapi di kabin bus listrik Persija, ada beberapa baris yang konfigurasinya 1-1.

Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan HyundaiKOMPAS.com/FATHAN Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan Hyundai

Terkait permintaan khusus dari pihak Persija Jakarta, Stefan menyebut tidak ada kesulitan berarti karena permintaannya lebih fokus pada kosmetik kendaraan.

"Request ada lah, cuman ya lebih ke arah membuat agar bus ini terlihat aksen-aksennya Persija, baik di luar maupun dalam," tuturnya.

Uji Coba Ketat Standar Hyundai

Proyek ini merupakan purwarupa ketiga hasil kolaborasi Laksana dan Hyundai. Sebelumnya, mereka sudah membuat dua unit bus listrik low entry untuk di IKN dan satu unit bus VIP Hyundai.

Karena pihak Hyundai sangat ketat terhadap aspek keselamatan, bus listrik Persija ini harus melewati serangkaian uji coba sebelum diserahterimakan. Laksana menyewa sebuah area luas di Tangerang untuk menguji ketahanan bodi dan sasisnya.

"Bus yang kemarin dulu sebelumnya ini, itu kita sudah uji seperti proving ground lah. Kita sewa area luas gitu di Tangerang. Kemudian bus itu dioperasikan selama tujuh hari. Dan setiap harinya itu delapan sampai 10 jam disetir, jadi kepot-kepot gitu," ungkap Stefan.

Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan HyundaiKOMPAS.com/FATHAN Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan Hyundai

Langkah ini diambil lantaran prinsipal asal Korea Selatan tersebut sangat memperhatikan aspek keselamatan berkendara, terlebih ini pertama kalinya sasis mereka digarap oleh karoseri lokal.

"Soalnya orang Hyundai ini kan juga sangat concern terhadap safety-nya juga. Jadi mereka benar-benar juga ingin tahu performance-nya seperti apa dan memang bisa dimengerti. Tapi setelah testing, aman," kata Stefan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau