Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Begini Respons Hyundai

Kompas.com, 14 Mei 2026, 09:22 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai memunculkan kekhawatiran di industri otomotif. Sebab, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada harga kendaraan hingga bunga kredit mobil.

Berdasarkan data perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.529 per dollar AS. Angka tersebut menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi kondisi tersebut, Chief Operating Officer Hyundai Motor Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan pelemahan rupiah memang bisa memengaruhi industri otomotif secara umum.

Baca juga: Chery Makin Agresif di Dunia, Indonesia Jadi Pasar Penting EV & Hybrid

“Sebenarnya kalau yang kita lihat, kalau misalnya rupiahnya itu terus melemah. Sekarang kan sudah di angka level 17.500. Secara otomatis kalau kita tahu secara hukum ekonomi kan pastinya bunga akan naik,” ujar Fransiscus saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Namun sampai saat ini, menurut dia, pemerintah masih berusaha menjaga agar perputaran ekonomi tetap berjalan dengan mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate di level 4,75 persen.

“Tapi sampai saat ini kan yang kita lihat walaupun yang namanya tadi nilai tukar uang melemah, tapi kan bunga masih tetap dipatok 4.75 yang BI-Rate,” kata dia.

Ragam permainan seru di booth Hyundai selama IIMS 2025Kompas.com/Donny Ragam permainan seru di booth Hyundai selama IIMS 2025

Fransiscus menilai langkah tersebut cukup penting untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk di sektor otomotif yang masih sangat bergantung pada pembiayaan kredit.

“Jadi kita lihat pemerintah juga berusaha untuk menahan supaya ekonomi terus berputar,” ujarnya.

Sebagai pelaku industri otomotif, Hyundai mengaku mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Fransiscus berharap pasar otomotif nasional tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan kurs rupiah.

Baca juga: Serbuan Otomotif China: Transfer Teknologi Kunci Pembangunan RI

“Usaha-usaha itu kita apresiasi sebagai salah satu pelaku industri di bidang otomotif. Dan mudah-mudahan kita bisa survive di tahun ini,” kata dia.

Pelemahan rupiah sendiri dinilai dapat berdampak pada industri otomotif karena sebagian komponen kendaraan masih bergantung pada impor, mulai dari bahan baku hingga teknologi tertentu.

Selain itu, fluktuasi kurs juga berpotensi memengaruhi harga kendaraan baru dan skema cicilan kredit mobil di pasar domestik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau