Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilihan MPV Hybrid Rp 300 Jutaan di Indonesia, dari HEV hingga PHEV

Kompas.com, 9 Mei 2026, 08:02 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar otomotif nasional masih menempatkan segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) sebagai tulang punggung penjualan. Namun, tren mulai bergeser seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang.

Saat ini, pilihan MPV tidak lagi sekadar mesin bensin konvensional atau diesel. Pabrikan mulai berlomba menyodorkan teknologi elektrifikasi guna menggoda konsumen keluarga di Tanah Air.

Baca juga: MPV Hybrid Indonesia: Innova Zenix Pimpin Penjualan Awal 2026

Teknologi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga sistem unik yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama.

Bagi Anda yang sedang melirik mobil keluarga ramah lingkungan, berikut daftar pilihan MPV hybrid yang ada di pasar Indonesia:

1. Wuling Cortez Darion PHEV

Wuling Darion PHEVKOMPAS.com/OTOMOTIF Wuling Darion PHEV

Wuling mencoba mendobrak pasar dengan menghadirkan teknologi plug-in hybrid lewat Cortez Darion. Menariknya, mobil ini bisa diisi daya melalui sumber listrik eksternal (charging), namun tetap memiliki mesin bensin sebagai generator sekaligus penggerak.

Karakter PHEV memungkinkan mobil melaju dengan mode listrik murni (EV Mode) untuk jarak tertentu. Alhasil, untuk pemakaian harian di dalam kota, efisiensinya bisa sangat maksimal. Mobil ini menjadi opsi bagi konsumen yang ingin mencicipi sensasi mobil listrik tanpa rasa khawatir akan ketersediaan SPKLU.

Harga: Rp 449 juta – Rp 499 juta

Baca juga: Wuling Darion PHEV Banyak Dipilih Konsumen

2. Honda Step WGN e:HEV

Honda Step WGN e:HEV terbukti jadi MPV terbaik untuk mudik keluarga. KOMPAS.com/Dio Dananjaya Honda Step WGN e:HEV terbukti jadi MPV terbaik untuk mudik keluarga.

MPV dengan desain kotak (boxy) ini membawa teknologi e:HEV khas Honda. Berbeda dengan hybrid biasa, sistem ini mengedepankan motor listrik untuk menggerakkan roda secara dominan, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator.

Keunggulan yang ditawarkan adalah akselerasi yang halus dan instan layaknya mobil listrik murni. Ditambah kabin yang luas dan konfigurasi jok yang fleksibel, Step WGN menjadi penantang serius bagi mereka yang menginginkan MPV premium yang berbeda dari arus utama.

Harga: Rp 637,8 juta.

Baca juga: Keanggunan Honda Step WGN e:HEV di Jalur Lintas Selatan Jawa

3. Nissan Serena e-Power

Nissan Serena e-PowerKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Nissan Serena e-Power

Nissan tetap setia dengan teknologi e-Power pada Serena. Sistem ini cukup unik karena roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin yang ada hanya bertugas sebagai "pembangkit listrik" untuk mengisi baterai.

Sensasi berkendara yang senyap dan torsi instan menjadi nilai jual utamanya. Konsumen tidak perlu repot mencari colokan listrik, cukup isi bensin seperti biasa namun tetap mendapatkan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik (EV).

Harga: Rp 655 juta

Baca juga: Segini Biaya Kepemilikan Nissan Serena e-Power dari Pemakai

4. Toyota Innova Zenix HEV

Mobil Toyota Innova Zenix Hybrid yang akan digunakan Paus Fransiskus saat kunjungan di Indonesia.KOMPAS.com/ERIKA DINO Mobil Toyota Innova Zenix Hybrid yang akan digunakan Paus Fransiskus saat kunjungan di Indonesia.

Innova Zenix HEV bisa dibilang sebagai pionir yang mempopulerkan teknologi hybrid di segmen MPV medium. Mengandalkan sistem HEV generasi terbaru, mesin bensin dan motor listriknya bekerja secara sinergis.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau