Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Hongqi, Mobil Kepresidenan China yang Mau Masuk Indonesia

Kompas.com, 30 April 2026, 07:42 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Sumber Autodeal

JAKARTA, KOMPAS.com – Indomobil Group berencana membawa merek otomotif asal China, Hongqi, ke pasar Indonesia.

Kehadiran brand ini diharapkan dapat meramaikan segmen kendaraan premium, khususnya di tengah meningkatnya minat terhadap mobil asal China.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, nama Hongqi mungkin masih terdengar asing. Namun di negara asalnya, merek ini memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan simbol kenegaraan.

Baca juga: Masih Banyak Komunitas Motor Minim Soal Kesadaran tentang Kebakaran

Hongqi didirikan pada 1958 oleh FAW Group, menjadikannya sebagai salah satu merek mobil penumpang mewah tertua di China.

Prabowo hadir dengan Hongqi N701 Limo, limousin buatan China dalam gelaran Parade Militer China, Rabu (3/9/2025)screenshoot/KompasTV Prabowo hadir dengan Hongqi N701 Limo, limousin buatan China dalam gelaran Parade Militer China, Rabu (3/9/2025)

Nama “Hongqi” sendiri berarti “Bendera Merah”, yang merepresentasikan semangat nasionalisme dan identitas negara.

Dilansir dari autodeal, pada masa awal kemunculannya, Hongqi tidak diproduksi untuk umum.

Mobil-mobilnya digunakan secara eksklusif untuk kepentingan negara, seperti kendaraan pejabat tinggi pemerintahan serta tamu kenegaraan.

Dengan kata lain, Hongqi sejak awal memang diposisikan sebagai simbol prestise dan kekuasaan.

Baca juga: Kata Driver Ojol Usai Jajal Fast Charging Motor Listrik PLN

Mobil andalan Hongqi adalah Hongqi N701. Limousine khusus itu menjadi mobil kepresidenan di China yang digunakan Presiden China Xi Jinping. Adapun, model lainnya yang juga digunakan ialah Hongqi L5.

Mobil kepresidenan Presiden China, Xi Jinping, Hongqi N701.dok.Reuters Mobil kepresidenan Presiden China, Xi Jinping, Hongqi N701.

Model pertama yang menjadi tonggak sejarah Hongqi adalah Hongqi CA72. Sedan ini diperkenalkan pada akhir 1950-an sebagai kendaraan resmi negara.

Hongqi CA72 diproduksi dalam jumlah sangat terbatas, sekitar 198 unit. Jantung pacu pakai mesin V8 berkapasitas 5,6 liter menghasilkan 210 Tk. Desainnya yang besar dan kaku mencerminkan karakter mobil kenegaraan pada masa itu.

Seiring waktu, Hongqi mulai bertransformasi. Dari yang semula hanya memproduksi kendaraan seremonial, kini Hongqi berkembang menjadi merek otomotif premium yang menyasar konsumen umum.

Baca juga: Angkot AC Depok Berhenti Beroperasi 2 Mei 2026

Salah satu model modern yang mencerminkan warisan tersebut adalah Hongqi L5 atau yang kini dikenal sebagai Guoli.

Hongqi H9 PHEVKompas.com/Adityo Hongqi H9 PHEV

Sedan mewah ini pertama kali diperkenalkan pada 2014 dan menjadi penerus mobil kenegaraan klasik Hongqi.

Dengan panjang lebih dari 5,5 meter dan mesin V12 6.0 liter bertenaga sekitar 400 Tk, mobil ini tetap mempertahankan aura eksklusif.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau