Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suzuki Ignis Resmi Disuntik Mati, Model Global Berakhir

Kompas.com, 16 April 2026, 18:21 WIB
Ruly Kurniawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki dilaporkan telah menghentikan produksi Ignis di India, negara yang jadi basis pengembangan sekaligus produksi global sebelum diekspor ke berbagai pasar, termasuk Indonesia.

Mengutip Cartoq, Maruti Suzuki menyetop produksi Ignis setelah penjualannya terus melemah dan permintaan pasar menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Informasi dari jaringan dealer menyebutkan, produksi model tersebut bahkan sudah berakhir lebih dari satu bulan lalu, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pabrikan.

Baca juga: Isu Harga BBM Naik, Penjualan Motor Listrik Polytron Melonjak

Suzuki IgnisKompas.com/Nanda Suzuki Ignis

Di sisi lain, diler di India juga dilaporkan tidak lagi menerima pemesanan unit baru, walau Ignis masih tercantum di situs resmi NEXA.

Sebagai pengganti, Suzuki disebut tengah menyiapkan SUV kompak baru untuk mengisi segmen yang sebelumnya ditempati Ignis.

Kondisi ini sejalan dengan tren pasar otomotif global yang mulai bergeser dari city car ke SUV, sekaligus menuju kendaraan elektrifikasi.

Di Indonesia, langkah serupa sudah dilakukan lebih dulu, di mana PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah menghentikan penjualan Ignis pada 2024, seiring strategi perusahaan yang berfokus pada model elektrifikasi.

“Sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk elektrifikasi, seperti XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid, serta memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri,” kata Dony Ismi Saputra, Deputy Managing Director 4W PT SIS.

Adapun perjalanan Ignis di Indonesia terbilang singkat. Sejak meluncur pada 2017, model ini sempat mencatat distribusi 14.157 unit di tahun pertamanya.

Namun, kinerjanya terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2018, distribusinya tercatat 13.802 unit, lalu turun menjadi 5.138 unit pada 2019.

Baca juga: Hyundai Ungkap Strategi Jaga Diler Tetap Bertahan

Suzuki Ignis faceliftKOMPAS.com/SETYO ADI Suzuki Ignis facelift

Penurunan berlanjut pada 2020 dengan angka 1.893 unit, sebelum sedikit naik menjadi 1.932 unit pada 2021.

Memasuki masa akhir penjualannya, distribusi Ignis hanya berada di kisaran ratusan unit per tahun.

Sebagai catatan, Ignis dibekali mesin bensin 1.2 liter naturally aspirated dengan tenaga 83 hp dan torsi 113 Nm, serta pilihan transmisi manual lima percepatan dan otomatis AMT atau AGS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau