eTunland dibekali baterai LFP 88,02 kWh yang diklaim sanggup menempuh jarak 350 km (WLTP). Bagi perusahaan yang memiliki infrastruktur listrik di lokasi site, biaya operasional bisa lebih murah, tapi harus investasi besar di awal.
Di sisi lain, D-Max menawarkan kemudahan pengisian bahan bakar yang bisa dilakukan di mana saja menggunakan tangki 76 liter.
Untuk lokasi tambang yang benar-benar terpelosok dan belum terjangkau jaringan listrik memadai, mesin diesel masih menjadi pilihan yang paling logis.
Masuk ke interior, Foton eTunland tampil jauh lebih modern dan mewah.
Layar ganda 12,3 inci dan jok kulit memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemudi yang harus menghabiskan waktu lama di balik kemudi.
Sementara D-Max Rodeo tampil lebih fungsional dengan layar 7 inci dan jok kain yang lebih mudah dibersihkan jika terkena lumpur atau debu proyek.
Baca juga: TMMIN Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Prinsipal Toyota Jepang
Foton eTunland dengan harga Rp 780 juta menawarkan masa depan mobilitas yang efisien, bertenaga besar, dan bebas emisi.
Mobil ini sangat cocok untuk perusahaan yang ingin mengejar target Carbon Neutral.
Namun, Isuzu D-Max tetap menjadi standar kendaraan tangguh dengan ground clearance tinggi dan kemudahan servis yang sudah tersebar luas.
Pilihan kembali pada kebutuhan, performa instan yang ramah lingkungan, atau ketangguhan mekanikal yang sudah teruji puluhan tahun?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang