Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Atasi Jok Kulit Mobil Retak: Solusi Cepat atau Permanen?

Kompas.com, 9 April 2026, 11:02 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Jok kulit mobil yang mulai retak menjadi salah satu masalah umum pada interior kendaraan, terutama yang sudah berumur atau sering terpapar panas.

Kondisi ini tak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga bisa menurunkan kenyamanan saat berkendara.

Ada beberapa metode yang biasa dilakukan bengkel spesialis interior untuk mengatasi retakan pada kulit jok,

Baca juga: TVS Luncurkan Kendaraan Roda Tiga Armado 200, Harga mulai Rp 34 Jutaan

Salah satunya adalah menutup bagian yang rusak menggunakan dempul khusus, kemudian dilanjutkan dengan proses pengecatan ulang atau coloring agar tampilannya kembali rapi.

Bengkel interior mobil, Trim Car Service InteriorKOMPAS.com/Gilang Bengkel interior mobil, Trim Car Service Interior

Yanto alias Anto Trim, dari bengkel spesialis interior mobil Trim Car Service Interior di Haji Nawi, Jakarta Selatan, mengatakan metode tersebut umumnya dipakai showroom mobil bekas.

“Untuk coloring jok, yang kami lakukan biasanya hanya untuk kebutuhan showroom. Garansinya hanya satu bulan. Setelah itu sudah tidak ada garansi,” ujar Anto kepada Kompas.com, di Jakarta, belum lama ini.

"Tujuannya lebih untuk mempercantik saja, selebihnya dikembalikan lagi ke pihak showroom,” ujarnya.

Baca juga: Komisi VII DPR RI Sambangi Pabrik QJMotor di Cikarang

Anto menjelaskan, teknik tersebut memang efektif membuat jok terlihat seperti baru.

Jok Kulit di GIIAS 2018KOMPAS.com / Aditya Maulana Jok Kulit di GIIAS 2018

Namun, daya tahannya relatif terbatas, terutama jika mobil digunakan sehari-hari.

Baca juga: Debut Farizon V8E, Cargo Van Listrik untuk Efisiensi Bisnis

"Enggak, kalau retak dilakukan pakai dempul kulit, baru dicat. Terkadang kami enggak mau untuk ke depannya seperti itu," kata Anto.

"Karena memang ketahanannya kurang maksimal. Tapi kadang di Indonesia ini orang suka maksa. Kerjain saja yang penting bagus. Padahal kita punya gambaran bahwa ini akan terus kembali (rusak)," katanya.

Menurut Anto, lapisan cat pada jok kulit sering terkena gesekan sehingga risiko keausan kembali sangat tinggi.

"Paling 3 bulan (rusak lagi). Logikanya saja sekarang, kalau pengecatan jok itu. Karena kita pakai, selama itu sering kegesek," ujar Anto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau