Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kontribusi Suzuki di Program Pemerintah Dongkrak Penjualan Fleet

Kompas.com, 8 April 2026, 19:01 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatat peningkatan kontribusi penjualan kendaraan fleet pada awal 2026. Kenaikan ini tidak lepas dari dukungan terhadap berbagai program pemerintah (Badan Gizi Nasional/BGN), sekaligus meningkatnya permintaan dari sektor swasta.

Deputy to 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Ismi Saputra, mengatakan bahwa kerja sama dengan pemerintah bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung sejak tahun sebelumnya.

"Sebetulnya memang sudah terjadi kerjasama tidak hanya di tahun ini saja. Untuk project ini jadi dari tahun 2025 sampai dengan sekarang memang ada permintaan untuk mendukung program dari pemerintah tersebut," kata Dony, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Suzuki Kirim e-Vitara ke Konsumen, Total Delapan Unit

"Tapi kami melihat bahwa kenaikan jumlah volume ini tidak hanya terjadi di sektor permintaan dari pemerintah untuk mendukung program-program pemerintah tapi kami melihat dari sektor swasta atau sektor private juga terjadi kenaikan," lanjutnya.

Ia menjelaskan, kontribusi penjualan fleet pada awal tahun ini menunjukkan tren positif. Bahkan, porsinya cukup signifikan terhadap total penjualan kendaraan niaga Suzuki.

Suzuki Carry Pikapbanggawan Suzuki Carry Pikap

"Kalau kita bicara total penjualan fleet khususnya di awal tahun kami melihat memang ada kontraksi positif khususnya untuk penjualan fleet. Tapi ini tidak hanya penjualan fleet saja. Secara overall dari Januari hingga Februari ini tercatat sekitar kontribusi fleet di angka 26 persen dari total penjualan khususnya untuk kendaraan niaga," kata dia.

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan komersial Suzuki juga mengalami peningkatan tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, Dony tidak menjelaskan berapa total kontribusi unit untuk program BGN Pemerintah.

Baca juga: Diskon Skutik Bongsor Honda April 2026, Tembus Rp 2 Juta

"Kenaikannya kalau secara overall, untuk kendaraan komersial ini meningkat sekitar 93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi kita bicara year-on-year ya dari Januari-Februari 2025 dibandingkan Januari-Februari tahun 2026. Itu fleet total," ucap Dony.

Dengan tren tersebut, Suzuki melihat potensi pertumbuhan kendaraan niaga masih terbuka, baik dari proyek pemerintah maupun kebutuhan operasional sektor swasta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau