Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Pemilik Baru MotoGP biar Balapan Lebih Populer

Kompas.com, 5 April 2024, 10:42 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Sumber Crash.net


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik Formula 1 (F1), Liberty Media, resmi mengakuisisi MotoGP dengan membeli mayoritas saham Dorna Sport. Perusahaan media asal Amerika Serikat ini menginginkan MotoGP bisa lebih besar dari sebelumnya.

CEO Liberty Media Greg Maffei mengatakan ingin MotoGP berkembang di pasar baru termasuk di Amerika Serikat (AS).

Maffei memberikan contoh, penonton di AS sangat potensial, tetapi saat ini jadwal kejuaraan MotoGP di AS cuma satu kali.

Baca juga: Rumah Modifikasi G-Craft Bikin Honda Monkey dari Nol

"Saat ini, mereka memiliki satu balapan di Amerika Serikat. Saat kami mengambil alih F1, mereka juga memiliki satu balapan di Amerika Serikat," ujar Maffei, dilansir dari Crash, Jumat (5/4/2024).

Insiden antara Francesco Bagnaia dan Marc Marquez pada MotoGP Portugal 2024Dok. MotoGP Insiden antara Francesco Bagnaia dan Marc Marquez pada MotoGP Portugal 2024

"Saya tidak menyarankan bahwa kami akan mendapatkan tiga balapan. Tapi kesempatan untuk tumbuh di AS. Kesempatan untuk tumbuh di pasar lain, geografi baru," ujarnya.

Meski tujuannya jelas yaitu ingin MotoGP lebih mendunia, Maffei mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menambah jumlah balapan, tetapi memperluasnya ke wilayah baru.

Baca juga: Pemkot Bogor Gandeng PLN Luncurkan Angkot Listrik ALIBO

Secara tersembunyi, arahan ini bisa jadi sinyal bahwa balapan dobel di satu negara bisa saja diubah dan digeser ke negara lain.

Maffei mengatakan, hal tersebut sudah dicoba di F1 saat Liberty Media mengambil alih F1 dan terbukti berhasil. Balap jet darat kini semakin populer di negara baru yang sebelumnya tidak terjamah F1. Namun, bukan berarti mengubah MotoGP jadi ala F1.

Rider Pramac Ducati, Jorge Martin, berselebrasi seusai menang di MotoGP Portugal 2024 yang bergulir di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, pada 24 Maret 2024.PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP Rider Pramac Ducati, Jorge Martin, berselebrasi seusai menang di MotoGP Portugal 2024 yang bergulir di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, pada 24 Maret 2024.

Baca juga: Neta V Jadi Taksi Bandara Halim Perdanakusuma

"Saya tidak yakin itu adalah pedomannya. Tapi saya ingin berpikir bahwa beberapa hal yang telah kami lakukan untuk membantu dunia melihat nilai dan kekuatan F1, dapat kami bawa ke MotoGP," ujarnya.

"Sebut saja pengenalan pola. MotoGP adalah olahraga yang mendebarkan, sangat menarik. Saya rasa kami tidak perlu mengubahnya sama sekali. Kami tidak ingin melakukannya," kata dia.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia betapa menariknya olahraga ini. Tujuan kami adalah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa menariknya olahraga ini," ujar Maffei.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau