KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap beroperasi pada Juli 2026.
Waskita Karya berperan aktif sebagai katalisator dalam penyediaan sarana pendidikan melalui proyek pembangunan SR.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi dalam menunjang akses pendidikan, khususnya bagi keluarga miskin maupun miskin ekstrem.
"Insyaallah selesai tepat waktu, sehingga pada Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan," ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Pakai Struktur Baja, Proyek Sekolah Rakyat Brebes Dipangkas Jadi 48 Hari
Ia menjelaskan bahwa SR Surabaya ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, disiapkan pula sarana pendukung, seperti perpustakaan, asrama, laboratorium, usaha kesehatan sekolah (UKS), serta ekstrakurikuler.
"Kami harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar mengajar dengan lingkungan yang berkualitas," ucap Gus Ipul.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan bagi keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Oleh karena itu, pola perekrutannya berbeda dengan sekolah pada umumnya.
Baca juga: Mensos: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Dapat 4 Pasang Sepatu
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, realisasi pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya kini telah mencapai 58,13 persen. Perseroan berkomitmen mempercepat proyek yang berlokasi di Kelurahan Kedung Cowek tersebut.
“Sejalan dengan arahan pemerintah, Waskita terus mengerjakan bangunan Sekolah Rakyat di Surabaya agar rampung tepat waktu dan bisa segera digunakan. Tim di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian demi mewujudkan salah satu program prioritas pemerintah tersebut,” jelas Ermy.
Selain di Surabaya, Waskita juga dipercaya mengerjakan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban.
Ermy mengungkapkan, hampir 4.000 pekerja di lapangan tengah fokus menyelesaikan seluruh proyek tersebut. Sebagian di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.
Baca juga: Demi Bangun Sekolah Rakyat di Mamuju, 750 Tukang Dikerahkan
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur."Ke depan, kami akan terus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek," tutur Ermy.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan manfaat di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi, tetapi juga menggerakkan sektor informal serta usaha mikro kecil menengah (UMKM), yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat.
Bagi Waskita Karya, pembangunan gedung Sekolah Rakyat bukan sekadar menyelesaikan proyek, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan bangsa.
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.