Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Waskita Karya Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

Kompas.com, 6 Mei 2026, 20:02 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap beroperasi pada Juli 2026.

Waskita Karya berperan aktif sebagai katalisator dalam penyediaan sarana pendidikan melalui proyek pembangunan SR.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi dalam menunjang akses pendidikan, khususnya bagi keluarga miskin maupun miskin ekstrem.

"Insyaallah selesai tepat waktu, sehingga pada Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan," ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Pakai Struktur Baja, Proyek Sekolah Rakyat Brebes Dipangkas Jadi 48 Hari

Ia menjelaskan bahwa SR Surabaya ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, disiapkan pula sarana pendukung, seperti perpustakaan, asrama, laboratorium, usaha kesehatan sekolah (UKS), serta ekstrakurikuler.

"Kami harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar mengajar dengan lingkungan yang berkualitas," ucap Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan bagi keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Oleh karena itu, pola perekrutannya berbeda dengan sekolah pada umumnya.

Baca juga: Mensos: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Dapat 4 Pasang Sepatu

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, realisasi pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya kini telah mencapai 58,13 persen. Perseroan berkomitmen mempercepat proyek yang berlokasi di Kelurahan Kedung Cowek tersebut.

“Sejalan dengan arahan pemerintah, Waskita terus mengerjakan bangunan Sekolah Rakyat di Surabaya agar rampung tepat waktu dan bisa segera digunakan. Tim di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian demi mewujudkan salah satu program prioritas pemerintah tersebut,” jelas Ermy.

Selain di Surabaya, Waskita juga dipercaya mengerjakan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban.

Ermy mengungkapkan, hampir 4.000 pekerja di lapangan tengah fokus menyelesaikan seluruh proyek tersebut. Sebagian di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.

Baca juga: Demi Bangun Sekolah Rakyat di Mamuju, 750 Tukang Dikerahkan

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur.Dok. Waskita Karya Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur.

"Ke depan, kami akan terus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek," tutur Ermy.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan manfaat di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi, tetapi juga menggerakkan sektor informal serta usaha mikro kecil menengah (UMKM), yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat.

Bagi Waskita Karya, pembangunan gedung Sekolah Rakyat bukan sekadar menyelesaikan proyek, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan bangsa.

Halaman:
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Anggota Dewan Ungkap Alasan Dukung RUU Pemilu Atur Sanksi bagi Pelaku Politik Uang
Anggota Dewan Ungkap Alasan Dukung RUU Pemilu Atur Sanksi bagi Pelaku Politik Uang
Nasional
Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar
Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar
Nasional
Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural
Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural
Nasional
BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
Nasional
Rencana MBG Meluncur ke Luar Negeri, Anak PMI di Jeddah Jadi Sasaran
Rencana MBG Meluncur ke Luar Negeri, Anak PMI di Jeddah Jadi Sasaran
Nasional
Putusan MK Dinilai Memaksa Parpol Ubah Strategi Rekrutmen untuk Pemilu 2029
Putusan MK Dinilai Memaksa Parpol Ubah Strategi Rekrutmen untuk Pemilu 2029
Nasional
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Nasional
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Nasional
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Nasional
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Nasional
Kondisi Ekonomi Kita
Kondisi Ekonomi Kita
Nasional
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Nasional
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Nasional
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Nasional
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau