JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyayangkan kasus balita di Sukabumi yang meninggal karena cacingan akut.
Menurutnya, pemerintah daerah (pemda) setempat sudah sangat lalai.
"Jangankan pemda, masyarakat sekelilingnya lalai, kok. Kalau pemda sudah sangat lalai," kata Marwan di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).
Marwan pun bertanya-tanya mengapa masyarakat setempat tidak segera melaporkan kondisi pengasuhan anak itu hingga berujung meninggal dunia.
Baca juga: Bantah Kecolongan, Bupati Sukabumi Klaim Pemda Tak Diam Usai Balita Meninggal karena Cacingan
Kedua orangtuanya diketahui mengalami keterbelakangan mental sehingga tidak bisa mengasuh anak secara baik.
Mestinya, kata dia, kasus ini cepat terungkap dengan kecanggihan media sosial.
"Saya kira mestinya dalam situasi kecanggihan media ini. Itu mestinya tidak terjadi. Jadi patut kita pertanyakan masa enggak ada orang di sekelilingnya yang melaporkan itu? Kok bisa terjadi? Mestinya cepat sekali," tuturnya.
Terlebih, kata Marwan, balita itu rupanya sudah meninggal lama pada Juli 2025.
"Jadi sungguh tragis juga buat dia. Menuju meninggal tidak ada yang memberitakan. Setelah meninggal juga lama sekali baru terangkat. Jadi kita menyarankan kepada masyarakat lingkungan. Bila ada hal-hal yang perlu dapat dukungan, ayo kita sampaikan," beber Marwan.
Baca juga: BPJS Kesehatan Buka Suara soal Balita Sukabumi yang Meninggal karena Cacingan
Menurut Marwan, kondisi keluarga balita yang tidak ideal semestinya masuk dalam perlindungan sosial Kementerian Sosial (Kemensos).
Perlindungan tersebut meliputi warga binaan Kemensos hingga pemberian bantuan sosial, baik Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga paket sembako.
"Kalau sudah kategori tidak normal orang tuanya, itu kan sudah masuk Desil 1 DTSEN-nya. Jadi kalau kita abai terhadap itu bisa saja ketidakmampuan pemerintah daerah. Atau abai karena apa gitu. Jadi itu sungguh sangat menyedihkan, apalagi terkait anak," tandas Marwan.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video seorang bocah berusia 3 tahun bernama Raya berjuang melawan penyakit yang dideritanya viral di media sosial.
Dalam rekaman itu tampak sejumlah cacing diangkat dari tubuhnya, bahkan disebutkan masih banyak telur atau larva yang bersarang di dalam tubuhnya.
Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan bahwa bocah dalam video tersebut adalah warganya.
Baca juga: RSUD Ungkap Dugaan Penyebab Cacing Masuk ke Tubuh Raya Bocah Sukabumi, Kebiasaan Ini Disorot
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.