Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Waspada Gejolak Global, Pasar Obligasi RI Masih Menarik

Kompas.com, 29 Mei 2026, 13:25 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakpastian global yang dipicu oleh tensi geopolitik dan kenaikan harga energi membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kondisi tersebut meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar, terutama terhadap negara-negara yang memiliki sensitivitas terhadap impor energi dan kebutuhan pendanaan eksternal.

Dari perspektif pasar domestik, Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia melihat perhatian investor saat ini tertuju pada keseimbangan kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, serta stabilitas nilai tukar.

Baca juga: Rupiah Melemah, Ini Kesalahan Investor Ritel Saat Beli Saham

Ilustrasi keuangan, keuangan perusahaan. Ilustrasi keuangan, keuangan perusahaan.

Di tengah situasi tersebut, pembuat kebijakan dinilai masih menghadapi trade-off antara menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan stabilitas makroekonomi.

Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat

Fixed Income Portfolio Manager AllianzGI Indonesia Akuntino Mandhany menilai, meskipun tantangan eksternal semakin meningkat, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat.

Menurut dia, kondisi tersebut didukung oleh sejumlah indikator ekonomi yang tetap terjaga.

"Di tengah faktor eksternal yang semakin menantang, kami melihat fundamental makroekonomi Indonesia masih relatif tangguh, didukung oleh tingkat utang pemerintah yang masih terkelola, neraca perdagangan yang tetap positif, serta permintaan institusi lokal yang berkelanjutan terhadap obligasi pemerintah," ujar Akuntino dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Pelemahan Rupiah Berlanjut, Investor Alihkan Dana ke Valas, Dollar AS Favorit

Ia menambahkan, pasar obligasi domestik masih menawarkan daya tarik bagi investor, khususnya yang memiliki orientasi investasi jangka menengah hingga panjang.

Pasar obligasi masih menarik

Ilustrasi keuangan, sektor keuangan.SHUTTERSTOCK/KATJEN Ilustrasi keuangan, sektor keuangan.

Menurut Akuntino, volatilitas pasar kemungkinan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.

Namun demikian, kondisi tersebut dinilai mulai membuka peluang investasi yang lebih menarik di pasar pendapatan tetap.

"Walaupun volatilitas pasar kemungkinan masih berlangsung dalam jangka pendek, tingkat imbal hasil saat ini mulai memberikan peluang investasi yang lebih menarik bagi investor pendapatan tetap," katanya.

Baca juga: Obligasi Korporasi Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Yield SBN

Penilaian tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap berbagai faktor eksternal yang memengaruhi arus modal dan sentimen pasar global.

Faktor geopolitik dan harga energi pengaruhi pasar global

Sementara itu, dari perspektif global, AllianzGI menilai dinamika pasar pendapatan tetap semakin dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan pergerakan harga energi.

Kondisi tersebut mendorong perubahan ekspektasi makroekonomi dari lingkungan pertumbuhan yang relatif stabil menuju fase yang lebih menantang.

Fase tersebut ditandai oleh tekanan inflasi yang lebih tinggi serta potensi perlambatan ekonomi.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Tertekan Penguatan Dollar dan Obligasi AS

Dalam artikel berjudul Fixed Income Forward: May 2026, Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menyatakan, peluang imbal hasil di pasar saat ini semakin ditentukan oleh kemampuan investor dalam melakukan seleksi instrumen dan menerapkan strategi relative value.

Dengan kondisi pasar yang semakin dinamis, peluang imbal hasil kini lebih banyak ditentukan oleh seleksi instrumen dan strategi relative value dibandingkan pergerakan pasar secara luas.

"Karena itu, pendekatan investasi aktif dengan perspektif global dinilai penting untuk menjaga diversifikasi portofolio, termasuk melalui pengelolaan durasi dan risiko kredit yang lebih terukur," ujar Tim CIO AllianzGI.

Investor diminta mencermati inflasi dan suku bunga global

Ke depan, AllianzGI menilai investor perlu memperhatikan sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan arus modal global.

Baca juga: Purbaya Sebut di Tengah Tekanan Rupiah, Dana Asing Mulai Masuk ke Obligasi RI

Faktor-faktor tersebut antara lain arah inflasi dan suku bunga global, dinamika hubungan Amerika Serikat dan China, serta perkembangan pembiayaan utang yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Tim CIO AllianzGI, sensitivitas pasar obligasi terhadap prospek suku bunga saat ini semakin meningkat sehingga perkembangan inflasi dan faktor struktural lainnya perlu menjadi perhatian investor.

"Di tengah meningkatnya sensitivitas pasar obligasi terhadap prospek suku bunga, investor perlu memberikan perhatian lebih pada perkembangan inflasi dan faktor-faktor struktural yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter maupun sentimen pasar global," tulis Tim CIO AllianzGI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau