Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakpastian global yang dipicu oleh tensi geopolitik dan kenaikan harga energi membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kondisi tersebut meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar, terutama terhadap negara-negara yang memiliki sensitivitas terhadap impor energi dan kebutuhan pendanaan eksternal.
Dari perspektif pasar domestik, Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia melihat perhatian investor saat ini tertuju pada keseimbangan kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, serta stabilitas nilai tukar.
Baca juga: Rupiah Melemah, Ini Kesalahan Investor Ritel Saat Beli Saham
Ilustrasi keuangan, keuangan perusahaan.Di tengah situasi tersebut, pembuat kebijakan dinilai masih menghadapi trade-off antara menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan stabilitas makroekonomi.
Fixed Income Portfolio Manager AllianzGI Indonesia Akuntino Mandhany menilai, meskipun tantangan eksternal semakin meningkat, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat.
Menurut dia, kondisi tersebut didukung oleh sejumlah indikator ekonomi yang tetap terjaga.
"Di tengah faktor eksternal yang semakin menantang, kami melihat fundamental makroekonomi Indonesia masih relatif tangguh, didukung oleh tingkat utang pemerintah yang masih terkelola, neraca perdagangan yang tetap positif, serta permintaan institusi lokal yang berkelanjutan terhadap obligasi pemerintah," ujar Akuntino dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Pelemahan Rupiah Berlanjut, Investor Alihkan Dana ke Valas, Dollar AS Favorit
Ia menambahkan, pasar obligasi domestik masih menawarkan daya tarik bagi investor, khususnya yang memiliki orientasi investasi jangka menengah hingga panjang.
Ilustrasi keuangan, sektor keuangan.Menurut Akuntino, volatilitas pasar kemungkinan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.
Namun demikian, kondisi tersebut dinilai mulai membuka peluang investasi yang lebih menarik di pasar pendapatan tetap.
"Walaupun volatilitas pasar kemungkinan masih berlangsung dalam jangka pendek, tingkat imbal hasil saat ini mulai memberikan peluang investasi yang lebih menarik bagi investor pendapatan tetap," katanya.
Baca juga: Obligasi Korporasi Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Yield SBN
Penilaian tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap berbagai faktor eksternal yang memengaruhi arus modal dan sentimen pasar global.
Sementara itu, dari perspektif global, AllianzGI menilai dinamika pasar pendapatan tetap semakin dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan pergerakan harga energi.
Kondisi tersebut mendorong perubahan ekspektasi makroekonomi dari lingkungan pertumbuhan yang relatif stabil menuju fase yang lebih menantang.
Fase tersebut ditandai oleh tekanan inflasi yang lebih tinggi serta potensi perlambatan ekonomi.
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Tertekan Penguatan Dollar dan Obligasi AS
Dalam artikel berjudul Fixed Income Forward: May 2026, Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menyatakan, peluang imbal hasil di pasar saat ini semakin ditentukan oleh kemampuan investor dalam melakukan seleksi instrumen dan menerapkan strategi relative value.
Dengan kondisi pasar yang semakin dinamis, peluang imbal hasil kini lebih banyak ditentukan oleh seleksi instrumen dan strategi relative value dibandingkan pergerakan pasar secara luas.
"Karena itu, pendekatan investasi aktif dengan perspektif global dinilai penting untuk menjaga diversifikasi portofolio, termasuk melalui pengelolaan durasi dan risiko kredit yang lebih terukur," ujar Tim CIO AllianzGI.
Ke depan, AllianzGI menilai investor perlu memperhatikan sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan arus modal global.
Baca juga: Purbaya Sebut di Tengah Tekanan Rupiah, Dana Asing Mulai Masuk ke Obligasi RI
Faktor-faktor tersebut antara lain arah inflasi dan suku bunga global, dinamika hubungan Amerika Serikat dan China, serta perkembangan pembiayaan utang yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut Tim CIO AllianzGI, sensitivitas pasar obligasi terhadap prospek suku bunga saat ini semakin meningkat sehingga perkembangan inflasi dan faktor struktural lainnya perlu menjadi perhatian investor.
"Di tengah meningkatnya sensitivitas pasar obligasi terhadap prospek suku bunga, investor perlu memberikan perhatian lebih pada perkembangan inflasi dan faktor-faktor struktural yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter maupun sentimen pasar global," tulis Tim CIO AllianzGI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang