JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan raksasa migas asal Inggris, British Petroleum atau BP, mencopot Chairman Albert Manifold dari jabatannya, yang baru menduduki posisi itu kurang dari setahun.
Pencopotan dilakukan setelah muncul kekhawatiran serius terkait tata kelola perusahaan dan perilaku kepemimpinan Manifold.
Keputusan itu diumumkan BP pada Selasa (26/5/2026) waktu setempat. Pergantian mendadak tersebut menjadi gejolak terbaru di jajaran pimpinan perusahaan minyak besar itu.
Manifold disebut kerap bersikap agresif terhadap sejumlah rekan kerja di perusahaan, menurut empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Baca juga: BP dan Shell Kembali Jual Solar, Harga Per Liternya Tembus Rp 29.000
Laporan dari whistleblower juga disebut menemukan pola perilaku yang dianggap tidak dapat diterima oleh dewan perusahaan.
"Albert telah membantu memberikan fokus dan percepatan transformasi BP. Namun, dewan terkejut dan kecewa setelah mengetahui adanya masalah pengawasan tata kelola dan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima, sehingga kami mengambil tindakan tegas," ujar Direktur Independen Senior BP Amanda Blanc, dikutip dari Reuters, Jumat (29/5/2026).
BP menyatakan dewan direksi secara bulat memutuskan Manifold tidak lagi menjabat sebagai chairman maupun direktur perusahaan dengan segera.
"Keputusan ini menyusul munculnya kekhawatiran serius yang disampaikan kepada dewan terkait standar tata kelola penting, pengawasan, dan perilaku," tulis BP dalam pernyataannya.
Baca juga: Ini 20 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia, Adakah Pertamina?
Sementara itu, Manifold membantah seluruh tuduhan tersebut. Dalam pernyataan yang dikirim kepada Reuters, ia mengaku dicopot tanpa penjelasan.
"Saya diberhentikan tanpa peringatan dan tanpa penjelasan," kata Manifold.
"Saya sepenuhnya membantah karakterisasi terhadap perilaku saya dan saya tidak akan membiarkan narasi yang salah dibiarkan begitu saja," tambahnya.
Pencopotan Manifold terjadi kurang dari delapan bulan setelah ia resmi menjabat chairman BP pada Oktober 2025.
Saat itu, ia direkrut untuk membantu merombak strategi perusahaan di tengah tekanan kinerja saham dan spekulasi aksi akuisisi terhadap BP.
Baca juga: RI Dapat Komitmen Investasi Rp 112,93 Triliun dari Perusahaan Migas Inggris