Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru 8 Bulan Menjabat Bos Besar BP Dicopot, Ada Apa?

Kompas.com, 29 Mei 2026, 09:55 WIB
Yohana Artha Uly,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Sumber Reuters

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan raksasa migas asal Inggris, British Petroleum atau BP, mencopot Chairman Albert Manifold dari jabatannya, yang baru menduduki posisi itu kurang dari setahun.

Pencopotan dilakukan setelah muncul kekhawatiran serius terkait tata kelola perusahaan dan perilaku kepemimpinan Manifold.

Keputusan itu diumumkan BP pada Selasa (26/5/2026) waktu setempat. Pergantian mendadak tersebut menjadi gejolak terbaru di jajaran pimpinan perusahaan minyak besar itu.

Manifold disebut kerap bersikap agresif terhadap sejumlah rekan kerja di perusahaan, menurut empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Baca juga: BP dan Shell Kembali Jual Solar, Harga Per Liternya Tembus Rp 29.000

Laporan dari whistleblower juga disebut menemukan pola perilaku yang dianggap tidak dapat diterima oleh dewan perusahaan.

"Albert telah membantu memberikan fokus dan percepatan transformasi BP. Namun, dewan terkejut dan kecewa setelah mengetahui adanya masalah pengawasan tata kelola dan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima, sehingga kami mengambil tindakan tegas," ujar Direktur Independen Senior BP Amanda Blanc, dikutip dari Reuters, Jumat (29/5/2026).

BP menyatakan dewan direksi secara bulat memutuskan Manifold tidak lagi menjabat sebagai chairman maupun direktur perusahaan dengan segera.

"Keputusan ini menyusul munculnya kekhawatiran serius yang disampaikan kepada dewan terkait standar tata kelola penting, pengawasan, dan perilaku," tulis BP dalam pernyataannya.

Baca juga: Ini 20 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia, Adakah Pertamina?

Sementara itu, Manifold membantah seluruh tuduhan tersebut. Dalam pernyataan yang dikirim kepada Reuters, ia mengaku dicopot tanpa penjelasan.

"Saya diberhentikan tanpa peringatan dan tanpa penjelasan," kata Manifold.

"Saya sepenuhnya membantah karakterisasi terhadap perilaku saya dan saya tidak akan membiarkan narasi yang salah dibiarkan begitu saja," tambahnya.

Pencopotan Manifold terjadi kurang dari delapan bulan setelah ia resmi menjabat chairman BP pada Oktober 2025.

Saat itu, ia direkrut untuk membantu merombak strategi perusahaan di tengah tekanan kinerja saham dan spekulasi aksi akuisisi terhadap BP.

Baca juga: RI Dapat Komitmen Investasi Rp 112,93 Triliun dari Perusahaan Migas Inggris

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau