Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Minyak Anjlok Jauhi Level 100 Dollar, Pasar Tunggu Kepastian Kesepakatan Damai AS-Iran

Kompas.com, 28 Mei 2026, 08:42 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber Reuters

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak dunia anjlok 5 persen pada akhir perdagangan Rabu (27/5/2026) waktu setempat atau Kamis (28/5/2026) pagi WIB, seiring pelaku pasar menanti perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengakhiri konflik kedua negara sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini terganggu akibat perang.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 5,31 persen atau 5,29 dollar AS menjadi 94,29 dollar AS per barrel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5,55 persen atau 5,21 dollar AS menjadi 88,68 dollar AS per barrel.

Baca juga: Minyak Melonjak, Indonesia Perlu Bergerak Serentak

Kedua acuan minyak itu sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan pada sesi perdagangan sebelumnya dan menjadi penutupan terendah sejak 17 April 2026.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa terdapat kemajuan dalam negosiasi dengan Iran menuju kesepakatan damai.

Namun Presiden AS Donald Trump menegaskan masih ada sejumlah persoalan yang belum terselesaikan dalam pembicaraan tersebut, sedangkan kantor berita Iran Fars News melaporkan masih ada isu yang belum menemukan titik temu.

Pemerintah AS juga turut membantah laporan televisi pemerintah Iran yang menyebut kedua negara telah mencapai kerangka kesepakatan untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz dalam waktu satu bulan.

Dalam laporan itu disebutkan AS akan menarik pasukan militer dari sekitar wilayah Iran dan mencabut blokade laut terhadap kapal Iran.

Iran menyatakan kemungkinan kembali terjadi perang cukup kecil, sehingga banyak trader percaya kesepakatan damai semakin dekat," ujar Senior Vice President Trading BOK Financial Dennis Kissler.

Tampaknya, pasokan global yang sebelumnya diperkirakan sangat ketat kini mulai mereda," imbuhnya.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga mulai meningkat.

Data pengiriman menunjukkan kapal tanker produk minyak milik perusahaan pelayaran China COSCO sedang melintasi selat tersebut pada Rabu, menyusul dua kapal tanker minyak mentah yang berhasil melintas sehari sebelumnya.

Direktur broker Liquidity Energy Mark Schaefer mengatakan meningkatnya aktivitas kapal memperkuat ekspektasi bahwa jalur pelayaran penting tersebut akan kembali dibuka secara bertahap.

Peningkatan aktivitas pengiriman memperkuat ekspektasi bahwa jalur perairan vital ini secara bertahap akan dibuka kembali, sehingga dapat memulihkan aliran energi global dan mengurangi risiko gangguan pasokan dalam jangka pendek," kata Schaefer.

Sebelumnya pada Selasa (26/5/2026), harga Brent sempat naik 3,6 persen setelah AS kembali melancarkan serangan ke Iran yang memicu kekhawatiran proses perdamaian bakal gagal tercapai.

Ketegangan juga meningkat setelah Israel memperluas serangan udara ke Lebanon, yang semakin membebani upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Badan Energi Internasional (IEA) menyebut penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah menghilangkan lebih dari 14 juta barrel per hari pasokan minyak Timur Tengah dari pasar global.

Di sisi lain, muncul tanda-tanda pelemahan permintaan energi.

Baca juga: Harga Minyak Terancam Tembus 150 Dollar AS, Pasar Dinilai Remehkan Krisis Hormuz

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau