Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indodax: Investor Kripto Makin Rasional, Tak Lagi Sekadar Ikut Tren

Kompas.com, 27 Mei 2026, 20:30 WIB
Teuku Muhammad Valdy Arief

Editor

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengguna aset digital atau investor kripto dinilai mulai lebih rasional dalam memahami risiko, strategi investasi, dan fundamental teknologi blockchain.

Perubahan itu membuat investor tidak lagi hanya mengikuti tren pasar.

CEO Indodax William Sutanto mengatakan, dulu banyak orang masuk ke aset kripto karena fear of missing out atau FOMO.

Sebagian investor juga hanya mengikuti tren tanpa memahami risiko pasar.

Namun, cara masyarakat berinteraksi dengan industri kripto kini mulai berubah.

"Sekarang pendekatannya mulai berubah. Investor makin sadar pentingnya riset dan strategi yang lebih disiplin dalam menghadapi market," ujar William di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Trump Media Lepas Bitcoin Rp 3,62 Triliun, Investor Khawatir Tekanan Jual

Menurut William, perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu tanda industri kripto mulai bergerak menuju fase lebih matang.

Sebelumnya, pasar kripto lebih banyak didorong euforia jangka pendek.

Kini, semakin banyak pengguna mulai mempelajari market structure, memahami siklus bitcoin, dan menerapkan pendekatan investasi yang lebih terukur.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena pasar kripto masih bergerak fluktuatif.

William mengatakan, perkembangan teknologi blockchain juga mulai mendorong berbagai bentuk pemanfaatan baru di sektor digital.

Pemanfaatan itu tidak hanya bergantung pada pergerakan harga aset.

Beberapa bentuk pemanfaatan tersebut mencakup tokenisasi aset, pengembangan infrastruktur teknologi, serta inovasi berbasis blockchain dalam ekosistem digital.

Baca juga: Amanode Masuk Sandbox OJK, Siapkan Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto

Komunitas jadi fondasi kripto

William menambahkan, komunitas tetap menjadi salah satu fondasi utama dalam perkembangan industri kripto sejak awal kemunculan bitcoin.

Menurut dia, industri aset digital berbeda dari industri finansial tradisional. Industri finansial tradisional banyak tumbuh secara institusional.

Sementara itu, perkembangan aset digital banyak dibangun melalui komunitas.

Komunitas tersebut aktif menciptakan diskusi, edukasi, dan distribusi informasi secara organik.

"Pada akhirnya, industri yang mampu bertahan bukan hanya yang ramai secara tren, tetapi yang bisa membangun kepercayaan, edukasi, dan ekosistem kripto yang berkelanjutan," ujar William dalam keterangannya.

Menurut William, komunitas memiliki peran penting karena keyakinan bersama terhadap perkembangan aset kripto tumbuh dari ruang tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau