Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Media Lepas Bitcoin Rp 3,62 Triliun, Investor Khawatir Tekanan Jual

Kompas.com, 22 Mei 2026, 19:57 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

NEW YORK, KOMPAS.com – Perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah memindahkan 2.650 bitcoin (BTC) senilai 205 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,62 triliun (asumsi kurs Rp 17.682 per dollar AS) ke bursa aset digital Crypto.com.

Langkah ini dilakukan di tengah melemahnya sentimen pasar kripto dan membengkaknya kerugian belum terealisasi dari kepemilikan aset digital perusahaan tersebut.

Dikutip dari DailyCoin, Jumat (22/5/2026), transfer bitcoin itu menjadi arus keluar besar kedua yang dilakukan TMTG sepanjang tahun ini.

Baca juga: Investor Bitcoin (BTC) Ramai Jual Aset Saat Harga Mulai Pulih, Ada Apa?

Ilustrasi bitcoin. WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO Ilustrasi bitcoin.

Sebelumnya, perusahaan induk platform media sosial Truth Social tersebut juga sempat memindahkan bitcoin dalam jumlah besar ke bursa kripto.

Pergerakan dana dalam jumlah jumbo itu terjadi ketika perusahaan masih mencatat kerugian belum terealisasi sekitar 455 juta dollar AS atau setara Rp 8,05 triliun.

DailyCoin menyebutkan, transfer terbaru dilakukan saat pasar bitcoin masih dibayangi ketidakpastian arah pergerakan harga dan menurunnya optimisme investor terhadap aset kripto.

Transfer jumbo di tengah tekanan pasar

Pemindahan 2.650 bitcoin tersebut tercatat dilakukan pada Jumat (22/5/2026). Nilainya diperkirakan mencapai 205 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,62 triliun.

Baca juga: Bitcoin Pizza Day 2026, Industri Kripto RI Kian Matang dan Teregulasi

Langkah itu memicu perhatian pelaku pasar karena dilakukan oleh salah satu perusahaan publik dengan eksposur besar terhadap bitcoin yang memiliki keterkaitan langsung dengan Trump.

Transfer tersebut menjadi arus keluar bitcoin besar kedua yang dilakukan TMTG dalam empat bulan terakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).

Perusahaan disebut masih menanggung tekanan besar akibat penurunan nilai aset digital yang dimiliki. Estimasi kerugian belum terealisasi mencapai 455 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,05 triliun.

Kerugian belum terealisasi merupakan penurunan nilai aset yang masih tercatat di atas kertas dan belum benar-benar direalisasikan melalui penjualan.

Baca juga: Harga Bitcoin Bergerak Fluktuatif, Level 82.000 Dollar AS Jadi Penentu

Langkah memindahkan bitcoin ke bursa kripto umumnya dipandang pasar sebagai sinyal potensi pelepasan aset. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari perusahaan mengenai tujuan akhir transfer tersebut.

Strategi bitcoin Trump Media jadi sorotan

Trump Media sebelumnya dikenal agresif masuk ke pasar aset digital.

Perusahaan itu sempat membangun strategi “bitcoin treasury” atau cadangan bitcoin perusahaan ketika harga kripto berada dalam tren kenaikan.

Sebagian besar tekanan keuangan TMTG berasal dari pembelian bitcoin senilai 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 61,89 triliun pada 2025 saat harga aset digital tersebut berada di level tinggi.

Baca juga: Zcash Melonjak 1.100 Persen, Investor Mulai Sebut “Bitcoin Baru”

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau