Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Video Sulit Isi Solar Subsidi Pakai "Fuel Card" di Kaltim, Ini Penjelasan Pertamina

Kompas.com, 24 Mei 2026, 19:10 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video reel Instagram (IG) viral di sosial media lantaran menampilkan pengalaman seorang saat mencoba membeli solar subsidi di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Narasi dalam video tersebut menyoroti sulitnya mendapatkan solar subsidi akibat penerapan sistem Fuel Card atau kartu Brizzi Pertamina yang kini diwajibkan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah tersebut.

Dalam video itu digambarkan bahwa pembelian bio solar tidak lagi bisa dilakukan secara bebas menggunakan pembayaran biasa atau tunai. Pengendara diwajibkan memiliki kartu khusus yang sudah terdaftar agar dapat mengakses solar subsidi.

Kondisi tersebut membuat pengguna kendaraan merasa kesulitan untuk memperoleh BBM subsidi. Video tersebut diunggah salah satu akun bernama @mim******.

Baca juga: Batam Wajibkan Kartu Fuel Card untuk Beli Pertalite, meski Warga Punya Barcode Pertamina

Merespons hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan kebijakan penggunaan Fuel Card untuk pengisian BBM solar subsidi di Provinsi Kalimantan Timur merupakan bagian dari upaya pengendalian distribusi BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

Kebijakan tersebut pada prinsipnya bertujuan menjaga ketersediaan solar subsidi bagi masyarakat dan sektor-sektor yang memang berhak menerima, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

“Terkait dengan kendaraan berpelat nomor di luar Kalimantan Timur (non-KT), pengaturan penggunaan Fuel Card perlu dipahami sebagai mekanisme administratif untuk memastikan tertib distribusi dan mencegah potensi penyalahgunaan,” ujar Roberth saat dihubungi Kompas.com, Minggu (24/5/2026) sore ini.

Baca juga: Beli Pertalite di Batam Wajib Pakai Kartu Fuel Card Mulai 1 Agustus

Cara mendapatkan Fuel Card

Untuk mendapatkan Fuel Card pengisian BBM solar subsidi, calon konsumen dapat mendaftarkan diri di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) kota atau kabupaten setempat. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui laman https://kaltimfuel.com/.

Setelah proses verifikasi oleh Dishub dan dinyatakan memenuhi syarat, Fuel Card dapat diambil di kantor Dishub setempat.

Roberth menegaskan konsumen yang disetujui memperoleh Fuel Card tidak hanya kendaraan dengan pelat nomor Kalimantan Timur. Dalam praktik di lapangan, kendaraan dengan pelat nomor luar Kalimantan Timur juga dapat memperoleh kartu tersebut.

Dalam implementasinya, lanjut dia, terdapat dinamika di lapangan, termasuk kebutuhan mobilitas kendaraan antardaerah yang tetap harus difasilitasi secara proporsional.

Baca juga: Salah Gunakan Fuel Card untuk Jual Kembali Solar Bersubsidi, Sopir Truk Ditangkap

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama PT Pertamina Patra Niaga disebut terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan agar tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat luas, termasuk pengguna kendaraan dari luar daerah, tanpa mengurangi tujuan utama pengendalian BBM subsidi.

“Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan keseimbangan antara pengawasan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat, serta membuka ruang koordinasi lebih lanjut apabila terdapat kendala di lapangan,” paparnya.

Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, konsumen tidak memerlukan Fuel Card dan dapat langsung melakukan pembelian di SPBU sesuai segmen konsumennya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan antar daerah atau antar provinsi, termasuk kegiatan touring maupun wisata, agar melakukan persiapan perjalanan dengan lebih matang. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan BBM non-subsidi yang tersedia di SPBU Pertamina.

Baca juga: Gunakan Fuel Card untuk Timbun BBM, 2 Warga Pangkal Pinang Ditangkap

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau