Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dr. Ridwan Mahmudi., MM., MAB
Konsultan, Dosen MM

Seorang konsultan bisnis / manajemen, pengajar program studi magister manajemen dan pengamat ekonomi & UMKM yang aktif menulis tentang kebijakan ekonomi dan pengembangan UMKM.

Biaya Membesar, Untung Menipis: Masih Layak UMKM Jualan di Marketplace?

Kompas.com, 13 Mei 2026, 06:55 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BEBERAPA tahun lalu, marketplace dielu-elukan sebagai jalan pintas bagi UMKM untuk naik kelas. Dengan satu akun, pelaku usaha bisa menjangkau pasar nasional tanpa harus membuka toko fisik.

Produk dari desa bisa sampai ke kota besar, bahkan lintas pulau. Marketplace menjadi simbol demokratisasi ekonomi, akses terbuka bagi siapa saja.

Namun, optimisme itu perlahan mulai retak. Di balik lonjakan transaksi, muncul kegelisahan yang semakin nyata di kalangan pelaku UMKM: biaya makin besar, sementara keuntungan justru semakin tipis.

Pertanyaannya menjadi relevan, masih layakkah UMKM bertahan di marketplace?

Dari Nol ke Dua Digit

Perubahan paling terasa dalam beberapa tahun terakhir adalah struktur biaya yang terus meningkat. Pada fase awal, marketplace praktis “murah”. Komisi sangat rendah, bahkan mendekati nol.

Tokopedia, misalnya, hanya mengenakan sekitar 0,5– 1,5 persen, sementara Shopee di kisaran 1– 2 persen untuk penjual biasa.

Di saat yang sama, subsidi ongkos kirim digelontorkan besar-besaran. Ini adalah fase bakar uang, di mana platform mengejar pertumbuhan dan akuisisi pengguna.

Baca juga: Biaya e-Commerce Bukan Tirani

Memasuki 2022 – 2023, biaya mulai naik. Komisi berada di kisaran 2,5-8 persen untuk Shopee dan sekitar 5–8 persen untuk Tokopedia, tergantung kategori produk. Kenaikan ini masih dianggap wajar, seiring dengan semakin matangnya ekosistem digital.

Namun, titik balik terjadi pada 2024. Marketplace mulai secara terbuka menaikkan biaya layanan.

Komisi dan biaya tambahan meningkat, dan struktur biaya menjadi lebih kompleks. Pada fase ini, UMKM mulai merasakan tekanan nyata pada margin mereka.

Kini, pada periode 2025 – 2026, biaya tidak hanya meningkat, tetapi juga berlapis. Komisi dasar bisa mencapai 2,5-10 persen. Program gratis ongkir menambah sekitar 4– 4,5 persen.

Biaya promo dan kontribusi diskon bisa mencapai 1–2 persen. Belum lagi biaya iklan yang secara praktis menjadi kebutuhan, berkisar 3–5 persen dari penjualan.

Jika dijumlahkan, total biaya yang harus ditanggung pelaku UMKM bisa mencapai 15 persen hingga 20 persen dari harga jual. Dalam beberapa skema, bahkan bisa lebih tinggi jika menggunakan affiliate atau promosi tambahan.

Biaya Tidak Terlihat, Untung Menyusut

Yang membuat situasi ini semakin kompleks adalah adanya biaya yang tidak selalu terlihat sebagai kewajiban, tetapi dalam praktiknya sulit dihindari.

Iklan, misalnya. Secara teknis, ini opsional. Namun, tanpa iklan, produk akan tenggelam di antara jutaan listing lain.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau