Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Februari 2026: Produksi Sawit RI 5,5 Juta Ton, Ekspor 3,29 Juta Ton

Kompas.com, 22 April 2026, 13:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Kinerja industri kelapa sawit Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan peningkatan di berbagai indikator utama, mulai dari produksi, konsumsi domestik, hingga ekspor.

Di saat yang sama, stok minyak sawit nasional justru mengalami penurunan, mencerminkan tingginya penyerapan pasar.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip pada Rabu (22/4/2026), produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,015 juta ton.

Baca juga: Petani Sawit Perempuan Naik Kelas, Hasil Kebun Ikut Terdongkrak

Ilustrasi minyak kelapa sawit. SHUTTERSTOCK/MERCURY STUDIO Ilustrasi minyak kelapa sawit.

Angka ini meningkat dibandingkan produksi Januari 2026 yang sebesar 4,778 juta ton.

Seiring dengan itu, produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) juga mengalami peningkatan.

Secara total, produksi CPO dan PKO pada Februari 2026 mencapai 5,495 juta ton, naik dari bulan sebelumnya sebesar 5,232 juta ton.

Kenaikan produksi ini menjadi salah satu faktor penting yang menopang kinerja industri sawit secara keseluruhan pada awal tahun 2026.

Baca juga: Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi

Konsumsi domestik meningkat

Dari sisi permintaan dalam negeri, konsumsi minyak sawit juga menunjukkan tren pertumbuhan.

Pada Februari 2026, konsumsi domestik tercatat sebesar 2,305 juta ton, meningkat dari Januari 2026 yang sebesar 2,105 juta ton.

Peningkatan konsumsi ini terjadi di hampir seluruh sektor penggunaan, meskipun dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip pada Rabu (22/4/2026), produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,015 juta

Sektor pangan menjadi kontributor utama kenaikan konsumsi domestik. Penggunaan minyak sawit untuk kebutuhan pangan tercatat meningkat cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Petani Sawit di Pesisir Selatan Sumbar Berpotensi Rugi Rp 492 Miliar per Tahun, Potongan Jadi Biang Kerok

Selain itu, konsumsi untuk biodiesel juga mengalami kenaikan. Hal ini mencerminkan masih kuatnya kebutuhan energi berbasis sawit di dalam negeri.

Sementara itu, konsumsi untuk sektor oleokimia tercatat relatif stabil, dengan perubahan yang tidak terlalu signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan konsumsi domestik ini menunjukkan bahwa permintaan dari dalam negeri tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menopang industri sawit nasional.

Ekspor tumbuh di berbagai produk

Di sisi lain, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia pada Februari 2026 juga mengalami peningkatan.

Baca juga: PTP Nonpetikemas Kirim 18.000 Ton Produk Turunan Kelapa Sawit ke Pakistan

Total ekspor tercatat sebesar 3,297 juta ton, naik dari Januari yang sebesar 3,081 juta ton.

Kenaikan ekspor ini terjadi pada hampir seluruh jenis produk sawit.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau