Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejolak Energi Global, Malaysia Dorong Biodiesel dan Penghematan BBM

Kompas.com, 22 April 2026, 06:16 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

PUTRAJAYA, KOMPAS.com — Pemerintah Malaysia mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi periode panjang volatilitas pasar energi global.

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, mengingatkan stabilitas harga minyak pada level sebelumnya semakin sulit dicapai di tengah ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok global.

Berbicara dalam Monthly Assembly Kementerian Ekonomi, Akmal menilai dinamika terbaru di pasar energi global menunjukkan lonjakan dan penurunan harga yang tajam kini menjadi pola yang semakin umum.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 500.000 Pekerja Migran, Malaysia Masih Tujuan Terbesar

Ilustrasi pemandangan kota Kuala Lumpur, Malaysia. UNSPLASH/NOUR BETAR Ilustrasi pemandangan kota Kuala Lumpur, Malaysia.

“Hal itu menunjukkan bahwa kita harus siap menghadapi normal baru, di mana harga minyak kembali ke level 65 dollar AS per barrel mungkin bukan lagi sebuah realitas, melainkan sekadar kenangan,” ujar dia, dikutip dari New Straits Times, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam lanskap energi global.

Jika sebelumnya fluktuasi harga dipandang sebagai siklus jangka pendek, kini kondisi tersebut justru dinilai sebagai karakter permanen pasar, dipicu oleh ketidakstabilan jalur pelayaran utama dan konflik geopolitik yang berkepanjangan.

Volatilitas energi jadi tantangan baru

Akmal menegaskan, perubahan kondisi global ini menuntut respons kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis data.

Baca juga: Bulog Jajaki Beli Kantong Beras dari Malaysia

Pemerintah Malaysia tidak lagi dapat mengandalkan asumsi stabilitas harga energi sebagai fondasi perencanaan ekonomi.

Menurut dia, ketidakpastian yang terus berlangsung telah menggeser pendekatan kebijakan dari yang sebelumnya reaktif menjadi lebih antisipatif dan terintegrasi.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Pemerintah Malaysia mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi periode panjang volatilitas pasar energi global.

Dalam hal ini, perencanaan energi tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan pengendalian inflasi serta reformasi struktural di sektor energi.

Pemerintah Malaysia mulai memandang ketiga aspek tersebut sebagai satu kesatuan strategi yang saling terhubung.

Baca juga: Perdagangan Malaysia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ditopang Ekspor

Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan eksternal terhadap sektor energi tidak hanya berdampak pada biaya produksi dan konsumsi, tetapi juga pada stabilitas makroekonomi secara keseluruhan.

Strategi biodiesel jadi pilar ketahanan energi Malaysia

Sebagai bagian dari respons struktural, pemerintah Malaysia mendorong peningkatan penggunaan biodiesel secara bertahap.

Program pencampuran bahan bakar berbasis kelapa sawit akan ditingkatkan dari level B10 menuju B15 dalam beberapa fase.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau