Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akuisisi Moro Purwokerto Rp 120 Miliar, Bakal Disulap Jadi Plaza Baru

Kompas.com, 16 April 2026, 09:05 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com – Pusat perbelanjaan legendaris Moro Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, resmi berpindah tangan ke Rita Group dengan nilai akuisisi mencapai Rp 120 miliar.

Bangunan yang selama ini menjadi ikon ritel di Kota Satria itu direncanakan akan disulap menjadi plaza dengan konsep baru.

Kabar akuisisi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. "Sudah (dibeli) Rita, Rp 120 miliar," kata Sadewo, dikutip dari Tribunbanyumas.com.

Ia memastikan bahwa proses pembelian telah rampung dan saat ini pihak investor tengah menyiapkan langkah pengembangan lanjutan.

Baca juga: Eks Moro Purwokerto Disebut Aset “Paling Seksi”, Mengapa Belum Ada Investor yang Berani Membeli?

Akan diubah jadi plaza dengan konsep baru

Sadewo mengungkapkan, pendiri Rita Group, Buntoro, telah bertemu dengannya untuk membahas rencana renovasi Moro ke depan.

Dalam pertemuan itu, Buntoro menyatakan komitmennya untuk membangun ulang kawasan tersebut.

“Pak Buntoro sudah bertemu saya, kemudian dia berjanji akan merenovasi Moro. Mau dibuat semacam plaza tapi bentuknya sedikit berbeda,” ujar Sadewo.

Rencana ini menandai transformasi Moro yang sebelumnya dikenal sebagai pusat perbelanjaan konvensional menjadi ruang komersial dengan konsep yang lebih modern.

Meski tetap difungsikan sebagai plaza, desain dan pendekatan bisnisnya disebut akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar.

Baca juga: Sejarah Moro Purwokerto, Pusat Belanja Legendaris yang Dikabarkan Segera Bangkit Lagi

Dampak ekonomi dan serapan tenaga kerja

Pemerintah daerah berharap perubahan ini tidak hanya berdampak pada tampilan fisik kawasan, tetapi juga pada aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Transformasi Moro dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan sektor ritel sekaligus membuka peluang kerja baru.

“Harapannya saya bisa menyerap banyak tenaga kerja, dan diprioritaskan masyarakat Banyumas,” kata Sadewo.

Ia juga menilai Purwokerto memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kota ritel sekaligus kota pendidikan di Jawa Tengah. “Potensi ritel dan pendidikan. Purwokerto saya ingin menjadikan Kota Pendidikan nomor 2 di Jawa Tengah,” ujarnya.

Renovasi segera dimulai, PKL mulai ditata

Proses renovasi diperkirakan akan segera dimulai dalam waktu dekat. Sejumlah langkah awal sudah terlihat, salah satunya penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di area depan Moro.

Menurut Sadewo, penataan tersebut dilakukan atas permintaan pihak investor guna mempercepat proses pembangunan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau