Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serap 1 Juta Tenaga Kerja, Menkeu Sebut MBG Bisa Dorong Ekonomi di Atas 1 Persen

Kompas.com, 8 April 2026, 10:17 WIB
Debrinata Rizky,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Purbaya potensi tersebut terutama berasal dari besarnya penciptaan lapangan kerja yang diperkirakan mencapai sekitar satu juta tenaga kerja.

“Hitungan pasti saya enggak tahu, tapi kalau dihitung balik boleh. MBG ini menciptakan satu juta lapangan kerja,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Purbaya soal Viral Banyak Motor Listrik Berlogo BGN: Saya Belum Tahu

Ia menjelaskan, perhitungan tersebut merujuk pada tabel input-output (IOTable) milik Badan Pusat Statistik yang menunjukkan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data tersebut, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen umumnya berkorelasi dengan penciptaan sekitar 450.000 lapangan kerja.

“Kalau enggak salah yang terakhir saya tahu, 1 persen itu sekitar 450.000 lapangan kerja. Berarti kalau satu juta, kira-kira lebih dari 2 persen dari MBG saja,” kata dia.

Namun demikian, Purbaya menekankan bahwa angka tersebut merupakan estimasi kotor (gross). Setelah memperhitungkan adanya perpindahan tenaga kerja dari sektor lain ke program MBG, kontribusi bersihnya diperkirakan berada di atas 1 persen.

Net ya, bukan gross,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebagian tenaga kerja yang terserap dalam program MBG kemungkinan berasal dari sektor lain, sehingga tidak sepenuhnya menciptakan tambahan tenaga kerja baru dalam perekonomian.

Meski demikian, ia tetap optimistis program tersebut akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama jika dijalankan secara optimal.

“Ada juga orang yang pindah ke situ dari tempat lain, jadi itu pengurang. Tapi dengan begitu kan tetap signifikan. Saya pikir lebih dari 1 persen akan kelihatan dampaknya kalau dijalankan dengan baik,” ujar Purbaya.

Sebagai informasi, program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang difokuskan pada peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Baca juga: Siapkan Aturan Baru RBB, OJK Dorong Bank Biayai MBG hingga Kopdes Merah Putih

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau