Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Orang Kaya: 10 Kebiasaan yang Tidak Dilakukan Lagi Setelah Mapan

Kompas.com, 7 Desember 2025, 06:30 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com - Membangun kekayaan bukan hanya sekadar menambah penghasilan. Ini soal mengubah pola pikir dan kebiasaan sehari-hari yang selama ini membatasi.

Banyak orang terjebak di kelas menengah karena masih mempertahankan kebiasaan lama yang tidak mendukung pertumbuhan finansial.

Orang kaya sadar betul bahwa kesuksesan finansial datang dari cara berpikir jangka panjang dan manajemen waktu yang efektif. Mereka mengubah kebiasaan yang selama ini menghambat dan menggantinya dengan pola yang mendukung pembentukan kekayaan.

Baca juga: Menurut Warren Buffett, Ini 5 Kesalahan Finansial yang Bikin Kelas Menengah Sulit Kaya

Dikutip dari New Trader U, Minggu (7/12/2025), berikut 10 kebiasaan yang secara konsisten ditinggalkan orang kaya setelah keluar dari kelas menengah:

1. Hanya Mengandalkan Penghasilan Aktif

Orang kaya tidak hanya mengandalkan gaji atau upah per jam. Mereka beralih ke kepemilikan aset yang menghasilkan pendapatan pasif, seperti bisnis, properti, dan investasi dividen. Pendapatan pasif memungkinkan uang bekerja tanpa keterlibatan waktu langsung.

Berbeda dengan kelas menengah yang bertukar waktu dengan uang, orang kaya memanfaatkan leverage dari aset yang dimiliki. Ini adalah pergeseran pola pikir dari karyawan ke investor yang utama dalam membangun kekayaan.

2. Menghabiskan Waktu untuk Hiburan Pasif

Waktu luang yang dulu diisi dengan menonton televisi atau scrolling media sosial, kini digunakan untuk aktivitas produktif. Orang kaya memilih membaca, belajar, membangun relasi, atau mengembangkan usaha sampingan sebagai prioritas.

Mereka tidak meniadakan hiburan, tapi mengurangi konsumsi pasif yang tidak memberikan nilai tambah. Dengan mengubah cara menggunakan waktu luang, mereka mempercepat pengembangan diri dan kekayaan.

Baca juga: 10 Ciri Pola Pikir Orang Kaya yang Beda Jauh dari Kelas Menengah

3. Berpikir Jangka Pendek

Kebiasaan berpikir dalam hitungan bulan atau tahun diganti dengan pandangan puluhan tahun bahkan lintas generasi. Orang kaya fokus membangun kekayaan yang bertahan dan bisa diwariskan melalui perencanaan jangka panjang.

Mereka membuat trust dan lembaga keluarga untuk menjaga aset agar terus berkembang. Sikap ini berbeda dengan kelas menengah yang sering mengejar kepuasan finansial sesaat.

4. Bergantung pada Satu Sumber Pendapatan

Orang kaya membangun berbagai sumber pendapatan sekaligus. Selain gaji, mereka mendapatkan penghasilan dari sewa properti, dividen saham, keuntungan bisnis, dan royalti kekayaan intelektual.

Diversifikasi ini memberi perlindungan dan peluang lebih besar. Jika salah satu sumber berkurang, pendapatan lain tetap mengalir, menjaga kestabilan keuangan.

Baca juga: 10 Aturan Finansial yang Jadi Pembeda Orang Kaya dan Kelas Menengah

5. Membiarkan Utang Berbunga Tinggi Menumpuk

Utang konsumtif berbunga tinggi seperti kartu kredit dihindari dengan tegas. Orang kaya lebih memilih utang produktif yang digunakan untuk membeli aset bernilai yang nilainya meningkat.

Utang buruk membebani keuangan dan menghambat pertumbuhan kekayaan. Sebaliknya, utang yang cerdas memberi leverage untuk mempercepat akumulasi aset.

6. Takut Mengambil Risiko

Menghindari risiko total membuat banyak orang tetap di zona nyaman tanpa kemajuan berarti. Orang kaya justru mengambil risiko yang sudah diperhitungkan dan terukur.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau