BEKASI, KOMPAS.com - Kreator konten YouTube Gean Kelana diduga mengalami intimidasi saat melakukan peliputan proyek Wisata Air Kalimalang di bawah tol Becakayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat Jumat (29/5/2026).
Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan adu mulut antara Gean dan seorang pria yang mengaku bernama Gondo di area proyek.
Dalam video yang beredar, Gean terlihat sedang merekam aktivitas pembangunan di kawasan Wisata Air Kalimalang.
Baca juga: Penutupan Jalan Proyek Wisata Air Kalimalang Picu Kemacetan, Dishub Berlakukan Contraflow
Tidak lama kemudian, seorang pria menghampirinya dan meminta aktivitas pengambilan gambar dihentikan.
Menurut Gean, pria tersebut juga diduga melontarkan ancaman terhadap dirinya, termasuk mengancam akan membakar sepeda motor yang ia gunakan untuk datang ke lokasi.
"Setelah mendapat pengancaman saya tidak langsung bergegas. Saya menjauh dari motor karena akan diancam dibakar dan terus dikejar," ujar Gean saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Senin (1/6/2026).
Namun sehari setelah video tersebut viral, pria yang mengaku bernama Gondo diketahui menemui Gean di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Baca juga: Belum Selesai Dibangun, Kontainer Wisata Air Kalimalang Jadi Sasaran Vandalisme
Dalam pertemuan yang direkam dan diunggah ke media sosial, Gondo mengakui dirinya terbawa emosi saat mengetahui adanya aktivitas pengambilan gambar di area proyek tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan pihak keamanan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan dan perkataannya yang dinilai mengandung unsur intimidasi.
Gean mengaku menerima permintaan maaf tersebut dan memilih menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik.
"Iya saya maafin. Karena kan sudah viral. Terus keluarganya kena mental," kata Gean.
Baca juga: Wisata Air Kalimalang Bekasi Disebut Sudah Lewati Kajian, Antisipasi Macet Jadi Sorotan
Meski telah memaafkan, Gean mengatakan tujuan utama dirinya mengunggah video tersebut bukan untuk memperpanjang persoalan, melainkan agar masyarakat mengetahui kondisi yang dialaminya saat melakukan peliputan di kawasan Kalimalang.
Ia menilai selama ini terdapat pembatasan terhadap aktivitas peliputan di area proyek yang memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
"Tujuan utama saya terus merekam dalam kondisi apa pun saat dipersekusi meski kamera berusaha direbut, agar publik tahu keamanan tersebut dari luar (ormas) disewa oleh pelaksana proyek," ujar Gean.
Baca juga: Kolong Tol Becakayu Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Baru di Jakarta Timur
Gean juga menjelaskan bahwa saat memasuki area proyek untuk mengambil gambar, dirinya tidak melihat adanya pembatas maupun garis pengaman (safety line) yang menunjukkan larangan memasuki lokasi.
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.