Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Diancam, YouTuber Gean Kelana Pilih Damai dengan Pria yang Mengintimidasinya di Bekasi

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:35 WIB
Nurpini Aulia Rapika,
Andi Muttya Keteng Pangerang

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Kreator konten YouTube Gean Kelana diduga mengalami intimidasi saat melakukan peliputan proyek Wisata Air Kalimalang di bawah tol Becakayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat  Jumat (29/5/2026).

Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan adu mulut antara Gean dan seorang pria yang mengaku bernama Gondo di area proyek.

Dalam video yang beredar, Gean terlihat sedang merekam aktivitas pembangunan di kawasan Wisata Air Kalimalang.

Baca juga: Penutupan Jalan Proyek Wisata Air Kalimalang Picu Kemacetan, Dishub Berlakukan Contraflow

Tidak lama kemudian, seorang pria menghampirinya dan meminta aktivitas pengambilan gambar dihentikan.

Menurut Gean, pria tersebut juga diduga melontarkan ancaman terhadap dirinya, termasuk mengancam akan membakar sepeda motor yang ia gunakan untuk datang ke lokasi.

"Setelah mendapat pengancaman saya tidak langsung bergegas. Saya menjauh dari motor karena akan diancam dibakar dan terus dikejar," ujar Gean saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Senin (1/6/2026).

Namun sehari setelah video tersebut viral, pria yang mengaku bernama Gondo diketahui menemui Gean di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Baca juga: Belum Selesai Dibangun, Kontainer Wisata Air Kalimalang Jadi Sasaran Vandalisme

Dalam pertemuan yang direkam dan diunggah ke media sosial, Gondo mengakui dirinya terbawa emosi saat mengetahui adanya aktivitas pengambilan gambar di area proyek tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan pihak keamanan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan dan perkataannya yang dinilai mengandung unsur intimidasi.

Gean mengaku menerima permintaan maaf tersebut dan memilih menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik.

"Iya saya maafin. Karena kan sudah viral. Terus keluarganya kena mental," kata Gean.

Baca juga: Wisata Air Kalimalang Bekasi Disebut Sudah Lewati Kajian, Antisipasi Macet Jadi Sorotan

Meski telah memaafkan, Gean mengatakan tujuan utama dirinya mengunggah video tersebut bukan untuk memperpanjang persoalan, melainkan agar masyarakat mengetahui kondisi yang dialaminya saat melakukan peliputan di kawasan Kalimalang.

Ia menilai selama ini terdapat pembatasan terhadap aktivitas peliputan di area proyek yang memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

"Tujuan utama saya terus merekam dalam kondisi apa pun saat dipersekusi meski kamera berusaha direbut, agar publik tahu keamanan tersebut dari luar (ormas) disewa oleh pelaksana proyek," ujar Gean.

Baca juga: Kolong Tol Becakayu Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Baru di Jakarta Timur

Gean juga menjelaskan bahwa saat memasuki area proyek untuk mengambil gambar, dirinya tidak melihat adanya pembatas maupun garis pengaman (safety line) yang menunjukkan larangan memasuki lokasi.

Halaman:
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Megapolitan
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Megapolitan
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Megapolitan
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Megapolitan
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
Megapolitan
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, 33 Unit dan 100 Personil Damkar Dikerahkan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, 33 Unit dan 100 Personil Damkar Dikerahkan
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebon Kosong Kemayoran Jakpus, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Kebakaran Melanda Kebon Kosong Kemayoran Jakpus, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Megapolitan
Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap
Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap
Megapolitan
Aniaya Teman Sendiri hingga Patah Hidung, Pria di Jakbar Ngaku Lupa
Aniaya Teman Sendiri hingga Patah Hidung, Pria di Jakbar Ngaku Lupa
Megapolitan
Akal Bulus Pelaku Order Fiktif Acara MBG di Tangsel, Jual Kursi Sewaan ke Pembeli di Depok
Akal Bulus Pelaku Order Fiktif Acara MBG di Tangsel, Jual Kursi Sewaan ke Pembeli di Depok
Megapolitan
Lenteng Agung Jaksel Ditutup, Transjakarta Rute 4B dan D21 Diperpendek hingga Selasa Pagi
Lenteng Agung Jaksel Ditutup, Transjakarta Rute 4B dan D21 Diperpendek hingga Selasa Pagi
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Sempat Diancam, YouTuber Gean Kelana Pilih Damai dengan Pria yang Mengintimidasinya di Bekasi
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat