Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JPO Paledang Bogor Akan Dibongkar Juni 2026, Diganti Pelican Crossing

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:18 WIB
Regi Pratasyah Vasudewa ,
Faieq Hidayat

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang akan dibongkar diganti dengan pelican crossing.

Namun, penyediaan pelican crossing tersebut harus dibersamai dengan kesadaran warga yang menggunakan kendaraan.

Menurut Dedie, negara maju yang menggunakan pelican crossing memberikan prioritas kepada penyeberang jalan.

"Sementara pelican crossing, negara-negara maju, negara-negara yang sudah mendahulukan kepentingan manusia, ya ingat ya, adalah mereka yang memberikan prioritas kepada penyeberang jalan," kata Dedie di Jalan Padi, Kota Bogor, pada Senin (1/6/2026).

Baca juga: Ditutup karena Tidak Layak, JPO Paledang Bogor Akan Dibongkar Pertengahan Juni

Dia memberikan contoh, di luar negeri para pengendara dan penyeberang jalan sudah tertib.

Ia juga membandingkan, penerapan pelican crossing yang berada di depan Balai Kota Bogor.

"Coba lihat di mana, di luar negeri. Orang baru menginjakkan kakinya di aspal, mobil sudah mengerem. Kalau di sini sudah pakai lampu, sudah pakai bunyi depan Balai Kota. Wah, itu (pengendara) naik motor ingin menabrak (penyeberang jalan)," ujarnya.

Dirinya juga meminta, para pengguna jalan untuk saling menghormati dan tertib dalam berlalu lintas.

"Tapi kalau ada yang menyeberang, sudah ada zebra cross-nya. Apalagi sudah ada lampunya. Ya hormati lah. Ya itu bukti bahwa kita manusia yang beradab," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang yang berada di ruas Jalan Kapten Muslihat pada pertengahan Juni 2026.

Baca juga: Sempat Ditutup karena Rawan Longsor, Spot City Light Batutulis Bogor Akan Dihijaukan Lagi

Pantauan Kompas.com, JPO Paledang sudah ditutup dan tidak dapat digunakan sebagai penyeberangan oleh warga dari Jalan Mayor Oking menuju Paledang maupun sebaliknya.

Pada sisi jembatan dari Jalan Mayor Oking, terdapat baner berwarna kuning yang bertuliskan JPO Paledang ditutup karena dinyatakan rusak berat dari penelitian kelayakan konstruksi Ditjen Bina Marga Kementerian PU Nomor: BM0503-DO/689 Tanggal 31 Juli.

Diketahui, JPO Paledang telah ditutup sejak 20 Agustus 2025 lalu.

Pejabat Pembuat Komitmen, Dody Wahyudin menjelaskan, pembongkaran JPO Paledang sedang dalam proses penawaran sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK).

"Pekerjaan meliputi pembongkaran seluruh elemen non-struktural dan struktural JPO, pengangkutan material bongkaran, serta pemulihan kondisi lokasi pascabongkaran," jelas Dody saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2026).

Halaman:
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Megapolitan
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Megapolitan
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Megapolitan
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Megapolitan
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Megapolitan
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
Megapolitan
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, 33 Unit dan 100 Personil Damkar Dikerahkan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, 33 Unit dan 100 Personil Damkar Dikerahkan
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebon Kosong Kemayoran Jakpus, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Kebakaran Melanda Kebon Kosong Kemayoran Jakpus, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Megapolitan
Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap
Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap
Megapolitan
Aniaya Teman Sendiri hingga Patah Hidung, Pria di Jakbar Ngaku Lupa
Aniaya Teman Sendiri hingga Patah Hidung, Pria di Jakbar Ngaku Lupa
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
JPO Paledang Bogor Akan Dibongkar Juni 2026, Diganti Pelican Crossing
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat