Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Dalami Motif Pasien Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:02 WIB
Intan Afrida Rafni,
Andi Muttya Keteng Pangerang

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami motif dari kasus dugaan penusukan oleh seorang pasien berinisial MA terhadap perawat di sebuah klinik gigi kawasan Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (30/5/2026).

Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin mengatakan, hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan alasan di balik aksi pelaku karena pemeriksaan masih berlangsung.

"Ini yang kami dalami, apakah dia emosi, apakah saat itu merasa sakit ketika dirawat, atau mungkin ada alasan lain. Kami belum tahu," ujar Rabiin saat dihubungi Kompas.com melalui WhatsApp, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Perawat Klinik Gigi di Tangerang Ditusuk Pasien, Pelaku Ditangkap

Menurut Rabiin, pihaknya masih berhati-hati saat pemeriksaan dilakukan.

Pasalnya, saat proses tersebut, MA kerap memilih diam sehingga polisi membutuhkan waktu untuk menggali motif penusukan.

"Sekarang ini dalam pemeriksaan pendalaman karena dia itu saat diperiksa kadang diam saja. Jadi kita perlu pendalaman banget, hati-hati," kata dia.

Baca juga: Ditusuk Pasien, Perawat Klinik Gigi Tangerang Alami Luka di Perut dan Tangan

Meski demikian, pelaku telah mengakui kepada polisi bahwa dirinya melakukan penusukan terhadap korban, bahkan membawa pisau dari rumah.

"Pada dasarnya dia ngakuin. 'Saya ngakuin, saya menusuk, saya membawa senjata tajam dari rumah'," tutur Rabiin.

Begitu pula dengan kondisi kejiwaan pelaku yang disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan jenis skizofrenia.

"Kita belum tahu, belum memastikan itu Kalau memang punya riwayat itu, kan nanti dokter psikiater yang menyatakan, bukan katanya-katanya," kata dia.

Baca juga: Pelaku Akui Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang, Bawa Pisau dari Rumah

Adapun peristiwa tersebut bermula saat pelaku MA mendatangi lokasi sebagai pasien baru untuk menjalani pembersihan karang gigi.

Setelah proses perawatan selesai dilakukan dokter, pelaku kemudian ditangani oleh seorang perawat.

Tak lama kemudian, MA masuk ke kamar mandi dan memanggil korban.

"Terus memanggil, 'Mbak sini, Mbak'. Si perawat datang. Begitu di kamar mandi, itu langsung ditusuk," ujar Rabiin.

Baca juga: Kronologi Pasien Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian perut dan tangan.

Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

Meskipun begitu, kondisi korban berangsur membaik berdasarkan hasil pengecekan terakhir yang dilakukan polisi.

"Korban masih dirawat. Hasil pengecekan tadi siang, kondisinya mulai membaik," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Megapolitan
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Megapolitan
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Megapolitan
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Megapolitan
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Megapolitan
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
Megapolitan
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, 33 Unit dan 100 Personil Damkar Dikerahkan
Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, 33 Unit dan 100 Personil Damkar Dikerahkan
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebon Kosong Kemayoran Jakpus, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Kebakaran Melanda Kebon Kosong Kemayoran Jakpus, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Megapolitan
Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap
Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap
Megapolitan
Aniaya Teman Sendiri hingga Patah Hidung, Pria di Jakbar Ngaku Lupa
Aniaya Teman Sendiri hingga Patah Hidung, Pria di Jakbar Ngaku Lupa
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Polisi Dalami Motif Pasien Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat