Ikuti Pameran Perdagangan Emas Fisik Secara Digital 2024, Laku Emas Hadirkan ATM Emas dan Inovasi Lainnya

Kompas.com - 18/12/2024, 21:43 WIB
Novyana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comLakuemas mengikuti Literasi dan Pameran Perdagangan Emas Fisik Secara Digital 2024 di Hotel Novotel, Tangcity Superblock, Tangerang, Banten, Jumat (13/12/2024).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) atau IDGTS bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti), bertemakan “Perdagangan Emas: Dongkrak Kinerja Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan Dorong Inovasi Ekspor” itu diselenggarakan 

Chief Executive Officer (CEO) Lakuemas Edy Setiawan mengatakan bahwa keikutsertaan Lakuemas dalam kegiatan tersebut menujukkan komitmen dalam mendukung edukasi masyarakat terkait perdagangan emas fisik secara digital.

“Kami percaya bahwa literasi yang kuat, didukung oleh teknologi dan inovasi, dapat mendorong pertumbuhan transaksi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12/2024).

Baca juga: Lakuemas Fokus Edukasi Masyarakat tentang Investasi Emas Digital

Lakuemas, lanjut dia, akan selalu menghadirkan inovasi yang dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau emas digital, salah satunya dengan ATM Emas pertama di Indonesia sejak 2019.

ATM Emas dapat digunakan oleh pengguna Lakuemas untuk melakukan pembelian atau penarikan emas fisik secara lebih aman dan mudah.

“Pelanggan bisa mendapatkan pengalaman bertransaksi yang inovatif. Sebab, dari enam pedagang emas fisik digital berlisensi resmi dari Bappebti, hanya Lakuemas yang memiliki ATM untuk menarik emas fisik hingga sekarang,” imbuhnya.

Selain itu, Edy berharap masyarakat dapat semakin mudah dalam mendapatkan akses untuk mulai melakukan investasi emas digital.

“Dengan semakin banyak kegiatan seperti ini diadakan, tentu harapannya akan semakin banyak masyarakat bisa mendapatkan akses untuk memulai investasi emas digital,” ujarnya.

Baca juga: Lakuemas Raih Penghargaan di Blibli Partner Gathering, Mudahkan Masyarakat Investasi Emas

Sebagai informasi, acara tersebut juga bertujuan untuk memberikan penguatan literasi terkait perkembangan perdagangan emas fisik secara digital kepada masyarakat, pelaku usaha, kementerian/lembaga (K/L) terkait, akademisi,dan komunitas.

Bappebti mencatat nilai transaksi perdagangan emas fisik secara digital periode Januari-Oktober 2024 mencapai Rp 48,9 triliun. Nilai itu meningkat 856,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang hanya sebesar Rp 5,1 triliun.

Peningkatan tersebut sangat signifikan dan menjadi salah satu indikator bahwa perdagangan emas fisik secara digital ini semakin diminati masyarakat.

Regulasi terkait perdagangan emas fisik secara digital tertuang dalam Peraturan BappebtiNomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Adapun dalam acara tersebut diselenggarakan pula diskusi panel bertemakan “Perdagangan Emas: Dongkrak Kinerja Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan Dorong Inovasi Ekspor” yang menghadirkan beberapa narasumber mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga influencer.

Inovasi Lakuemas dalam berbagai bidang

Pada kesempatan itu, CEO Lakuemas Edy Setiawan mengatakan, Lakuemas memiliki berbagai fitur yang meningkatkan kecepatan dan keamanan pengguna saat melakukan jual beli emas.

Lewat platform tersebut, pengguna dapat mengirim emas ke rekan bisnis, teman, dan keluarga tanpa harus melalui proses yang rumit, disertai dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Ia mengatakan, Lakuemas menargetkan akan lebih banyak inovasi baru pada 2025 yang akan memudahkan masyarakat untuk memiliki emas digital.

"Langkah ini diharapkan bisa semakin memperkuat posisi Lakuemas sebagai Partner Investasi Emas Digital yang inovatif, modern, dan relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Edy.

Selain itu, kata dia, Lakuemas juga memiliki beberapa inovasi, seperti Butik Lakuemas untuk melayani jual beli emas hingga gadai secara offline, dan aplikasi online dengan tampilan intuitif untuk jual beli emas.

Kemudian, Lakuemas juga tergabung di dalam ekosistem Central Mega Kencana (CMK) yang merupakan perusahaan ritel perhiasan terbesar di Asia Tenggara.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth Lakuemas di acara ini dan mengenal lebih jauh tentang kemudahan dan keamanan bertransaksi emas digital. Bersama, mari kita wujudkan masa depan investasi emas yang inklusif dan progresif,” tambah Edy.

Baca juga: Butik Lakuemas Hadir di Lokasi Baru di Bekasi, Lebih Strategis

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com