Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Kompas.com - 19/05/2026, 20:07 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Masyarakat di daerah Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) kini tidak perlu khawatir lagi terkait masa depan pendidikan anaknya.

Hal itu terjadi usai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menuntaskan pembangunan SMA Negeri (SMAN) 1 Kemalang dan meresmikannya pada Selasa (19/5/2026).

Kehadiran sekolah baru itu mengakhiri masa-masa sulit para siswa setempat yang selama bertahun-tahun harus bertaruh jarak belasan kilometer (km) atau mengungsi belajar di rumah-rumah warga demi bisa mengenyam pendidikan setingkat SMA.

Usai meresmikan SMAN 1 KemalangGubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pembangunan sekolah ini merupakan wujud dari pemerataan pendidikan di Jateng dan bukti kehadiran negara dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tidak hanya itu, kehadiran sekolah tersebut juga untuk memenuhi harapan masyarakat di daerah blank spot. Angkatan pertama SMAN 1 Kemalang tersedia untuk tiga rombongan kelas (rombel).

Baca juga: Ramai soal Lomba Komentar Rasis Diduga Libatkan Anak Perwira, Polda Jateng: Sedang DIselidiki

"Ini adalah bagian dari pemerataan pendidikan untuk sekolah SMA," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Peresmian SMAN 1 Kemalang pun disambut antusiasme oleh masyarakat. Sebab, sekolah ini menjadi satu-satunya SMA yang ada di daerah tersebut. 

Pada kesempatan itu, Luthfi mengatakan, pendidikan merupakan salah satu instrumen dan tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, fasilitas pendidikan harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain SMAN 1 Kemalang, Pemprov Jateng juga membangun empat unit sekolah baru di daerah lain yang sudah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026. 

Baca juga: Alarm Demografi Jateng: Semarang dan Solo Catat Angka Kelahiran Paling Rendah

Keempat sekolah itu, yakni SMAN 1 Garung Wonosobo, SMAN 6 Kota Tegal, SMKN 1 Karangjambu-Purbalingga, dan SMKN 1 Tulis-Batang. 

Tercatat daya tampung dari masing-masing unit sekolah baru sebanyak 108 siswa sehingga total dapat menampung 540 siswa.

Tidak hanya membangun sekolah baru, komitmen mewujudkan akses pendidikan merata juga dilakukan melalui program Sekolah Kemitraan.

Lewat program ini, Pemprov Jateng menggandeng 139 sekolah swasta di Jateng. Total daya tampung semua sekolah tersebut adalah 5.004 siswa. 

Kemudian ada pula kemitraan dengan Sekolah Keberbakatan Olahraga dan SMK Negeri Jateng.

"Saya merasa bangga, di saat adanya keterbatasan fiskal, kita masih mampu memberikan pendidikan layak kepada anak-anak," ujar Luthfi.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Jateng Sadimin mengatakan, sejarah pembangunan SMAN 1 Kemalang lahir dari penyelenggaraan kelas jauh pada tahun ajaran 2021/2022. 

Baca juga: 2.681 Perpustakaan di Jateng Sudah Terakreditasi tapi Indeks Literasi Masih Jadi Tantangan

Sekolah jauh tersebut menginduk pada SMAN 1 Karangnongko dengan jumlah awal 2 rombongan belajar (rombel) atau 72 anak didik.

Model itu terus berlangsung sampai tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah anak didik kelas jauh sebanyak 260 orang. 

Kegiatan belajar mengajar bahkan sampai dilakukan di rumah-rumah warga karena keterbatasan ruang di SMAN 1 Karangnongko.

"Jadi, setiap tahun terus meningkat peserta didiknya. Masyarakat juga terus meminta agar dibangun SMA di Kemalang. Akhirnya, hari ini terpenuhi dan sudah diresmikan oleh gubernur," katanya.

Rifani Dwi Alikah Putri, warga Desa Santan mengatakan, kehadiran SMA Negeri 1 Kemalang sudah lama didambakan masyarakat lereng Merapi.

“Sekarang teman-teman tidak perlu jauh-jauh sekolah ke Karangnongko atau Klaten kota. Ini sangat membantu warga Kemalang,” katanya.

Baca juga: Dua Kasus Kekerasan Seksual dalam Sebulan, PWNU Jateng Akui Pengawasan Ribuan Ponpes Sangat Terbatas

Warga lain, Nurmala Putri Masdiani menyebutkan, sekolah baru itu menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pinggiran.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Gubernur dan pemerintah yang telah membangun SMA Negeri 1 Kemalang,” ujarnya. 

 

 

Terkini Lainnya
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com