KOMPAS.com – Indonesia kembali menegaskan kontribusinya dalam diplomasi kemanusiaan global. Delegasi Global Peace Convoy Indonesia ( GPCI) diketahui telah menghadiri Konferensi Global Sumud Parlemen di Brussel, Belgia, yang digelar pada Rabu (22/4/2026).
Sebelumnya, delegasi GPCI bertolak dari Jakarta pada Minggu (19/4/2026) untuk mengikuti forum internasional tersebut.
Delegasi Indonesia membawa misi menyuarakan keadilan bagi Palestina serta mendorong pembukaan akses bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Perwakilan delegasi GPCI dari Dompet Dhuafa, Arif Rahmadi Haryono mengatakan, delegasi GPCI menghadiri kongres global untuk menekan atau memberikan pesan ke seluruh dunia atas blokade kemanusiaan yang dilakukan zionis Israel kepada Gaza dan Palestina.
“Saya pikir ini menjadi salah satu momentum penting Indonesia untuk menguatkan positioning-nya terhadap perjuangan rakyat Palestina,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Arif menambahkan, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan kepada dunia internasional terkait blokade kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
Baca juga: Dompet Dhuafa Turut Serta Dalam Pemberangkatan Global Sumud Flotilla 2.0
Keikutsertaan delegasi Indonesia dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat sipil dalam mendorong terciptanya solusi damai atas berbagai konflik global yang memicu krisis kemanusiaan.
Melalui pendekatan dialog dan kolaborasi lintasnegara, delegasi GPCI diharapkan dapat menyampaikan perspektif Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian.
Selama berada di Brussel, delegasi mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari diskusi panel, pertemuan dengan pemangku kepentingan internasional, hingga forum advokasi kebijakan yang berfokus pada penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan.
Perwakilan delegasi GPCI dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sudarnoto mengatakan, kehadiran delegasi Indonesia bukan hanya membawa nama organisasi, tetapi juga aspirasi masyarakat yang menginginkan dunia lebih damai dan berkeadilan.
Dia menyebut konvoi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk memastikan suara kemanusiaan tetap hadir dan diperjuangkan di tingkat global.
Baca juga: Dompet Dhuafa Kantongi Perpanjangan Izin Kemenag, Siap Perluas Program Pengentasan Kemiskinan
“Di sana kami juga mendorong dan mengedepankan misi untuk membuka gerbang bantuan kemanusiaan agar dapat masuk ke wilayah-wilayah konflik,” terangnya.
Sementara itu, anggota delegasi yang juga pakar hukum tata negara, Feri Amsari menegaskan pentingnya tekanan politik kepada Pemerintah Israel dan sekutunya, seperti Amerika Serikat (AS), agar membuka akses bantuan kemanusiaan.
“ Bantuan kemanusiaan jangan ditembaki karena itu sudah tidak benar secara hukum humaniter. Tekanan politik ini penting menjadi sandaran utama dari berbagai langkah untuk kemanusiaan,” kata Feri.
Melalui partisipasi tersebut, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai bangsa yang aktif mendorong perdamaian dunia.
Langkah itu sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Baca juga: Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Ke depan, konvoi seperti ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi global serta membuka ruang dialog yang lebih luas dalam mencari solusi damai yang inklusif dan berkelanjutan.
Adapun delegasi GPCI terdiri dari sejumlah tokoh nasional yang memiliki rekam jejak di bidang sosial, keagamaan, hukum, dan kemanusiaan, yakni pegiat HAM dan isu pro-Palestina Wanda Hamidah, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto, General Manager Advokasi Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono, Guru Besar Fakultas Hukum UI Heru Susetyo, Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari, serta peneliti dan pegiat HAM Gustika Jusuf Hatta.