KOMPAS.com - Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), hingga Selasa (21/1/2026) belum sepenuhnya surut. Sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Mejobo, Undaan, Jekulo, Kaliwungu, Bae, dan Jati, masih tergenang air.
Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Jateng menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir. Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas yang masih bertahan di lokasi terdampak.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng Zaini Tafrikhan mengatakan, tim kemanusiaan terus melakukan penyisiran ke sejumlah titik terdampak banjir di Kudus.
"Selain itu, tim juga mendukung dapur umum di Kecamatan Mejobo, Kudus, dengan menyiapkan nasi siap santap sebanyak 250 bungkus untuk penyintas,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Di lokasi lain, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyisir Pondok Pesantren Huffadz Roudlotul Qur’an yang turut terdampak banjir. Sebanyak 15 santri dilaporkan masih bertahan di lokasi dengan menempati bangunan lantai dua.
Baca juga: Jawa Tengah Hadapi 30 Kejadian Bencana, Komisi VIII DPR RI Salurkan Hampir Rp2 Miliar Dana Bantuan
Hingga Selasa (21/1/2026) siang, Dompet Dhuafa terus menggulirkan penyaluran bantuan logistik, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok para santri dan pengasuh pondok pesantren.
Banjir di Kabupaten Kudus berdampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi, industri, hingga pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, banjir akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1/2026) telah merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare (ha) sawah di 64 desa.
Akibat bencana hidrometeorologi tersebut, sebanyak 43.479 jiwa dari 14.791 kepala keluarga terdampak.